Kamis, 23 April 2026

Penembakan di Yahukimo

Yahukimo Mencekam, Telah Terjadi Percobaan Penembakan Dilakukan OPM Kodap XVI

Awlnya, Didi Eko sedang berjualan kemudian datang 2 orang pelaku menggunakan motor beat warna hitam

Tayang:
zoom-inlihat foto Yahukimo Mencekam, Telah Terjadi Percobaan Penembakan Dilakukan OPM Kodap XVI
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
PERCOBAAN PENENEMBAKAN- Percobaan penembakan dilakukan oleh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yaukimo. Insiden tersebut terjadi pada, Rabu 22 April 2026, pukul 12.50 WIT. 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, YAHUKIMO- Telah terjadi insiden percobaan penembakan dilakukan oleh anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap XVI Yaukimo.

Insiden tersebut terjadi pada, Rabu 22 April 2026, pukul 12.50 WIT di Komplek Paradiso Belakang, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.

Aksi percobaan penembakan dilakukan terhadap Didi Eko (42).

Baca juga: Kapendam XVII/Cenderawasih Benarkan Penembakan ASN Yahukimo Dilakukan OPM

Awlnya, Didi Eko sedang berjualan kemudian datang 2 orang pelaku menggunakan motor beat warna hitam dan 1 orang pelaku turun dari motor dengan motif ingin membeli cilok seharga Rp 30.000.

Didi Eko melayani pesanan pelaku langsung menodongkan senjata dan mencoba menembak sebanyak 2 kali namun senjata tersebut tidak mengeluarkan peluru.

Ia melihat hal tersebut langsung mengambil batu dan melempar pelaku sambil teriak meminta tolong.

Salah seorang warga bernama Karsono tidak jauh dari tempat kejadian langsung ikut membantu melempari pelaku menggunakan batu.

Setelah dilempar para pelaku atau anggota OPM langsung lari menaiki motor dan melarikan diri kearah Jalan statistik.

Pelaku diketahui merupakan masyarakat OAP dengan ciri-ciri menggunakan jaket hoodie berwarna hitam dan menutup kepala serta menyimpan senjata di balik jaket.

Baca juga: Sespri Wakil Bupati Yahukimo, Yones Yohame Tewas Setelah Ditembak OPM

Satu pelaku lainnya menunggu diatas motor Beat berwarna hitam menggunakan helm berwarna hitam.

Diduga senjata digunakan merupakan senjata rakitan laras pendek sehingga pada saat pelaku melakukan penembakan tidak berhasil.

Tidak menutup kemungkinan kelompok OPM akan terus melakukan aksi dengan mengincar aparat TNI-Polri maupun masyarakat Non OAP berada di tempat-tempat sepi. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved