Penembakan di Yahukimo
OPM Kodap XVI Yahukimo Tembak Mati 8 Pendulang Emas dan Berikan Warning Keras Kepada Aparat
"Kami tidak akan kemana mana, tetapi kami masih siaga satu sampeai dengan mayat diambil langsung oleh Presiden Prabowo," kata Sebby.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/penembakan-pendulang-emas-ilegal-di-yahukomo-123.jpg)
TRIBUN-PAPAUTENGAH.COM, YAHUKIMO- Pasukan TPNPB Komando Wilayah XVI Yahukimo klaim tembak mati 8 anggota diduga pasukan keamanan Indonesia menyamar sebagai pendulang emas illegal di Korowai, Rabu (20/5/2026).
Komamdan Operasi Kodap XVI Yahukimo, Mayor Kopitua Heluka mengatakan bahwa, penembakan ini merupakan pembalasan atas dua anggota TPNPB ditembak mati oleh militer Indonesia di Yahukimo, Papua Minggu lalu.
Baca juga: Dengan Harapan Kwamki Narama Kabupaten Mimika Damai, Alkitab Bahasa Amungme dan Damal Diluncurkan
Sebby Sambom, Jubir TPNPB OPM mengatakan, Mayor Kopitua Heluka melaporkan bahwa, selaku komandan operasi wilayah Yahukimo ia bersama pasukan TPNPB dari Batalyon Yamue dibawah pimpinan Kumis Passe sebagai komandan operasi Batalyon melakukan operasi pembersihan hama wereng dari Indonesia di wilayah Yahukimo.
Operasi pembersihan ini Merupakan pembalasan atas pasukan kami yang telah gugur munggu lalu.
Pasukan TPNPB telah melakukan operasi mulai dari 17 Mei 2026 sampai dengan tgl 20 Mei 2026.
Hasilnya mereka berhasil tembak mati 8 orang diduga angkota TNI-Polri menjamar sebagai pendulang emas illegal.
OPM tanggungjawab atas operasi pembunuhan merupakan aksi pembalasan itu.
"Kami tidak akan kemana mana, tetapi kami masih siaga satu sampeai dengan mayat diambil langsung oleh Presiden Prabowo," kata Sebby.
Baca juga: Rapat Rutin TP-PKK Kabupaten Puncak, Bahas Persiapan Program Kerja dan Evaluasi
Mayor Kopitu a Heluka mengatakan bahwa, tidak akan loloskan namanya kulit putih dan rambut lurus, kulit sowo matang itu.
"Kami bersumpah Bahwa akan operasi sampai Papua mereka," ungkapnya. (*)