Muspasmee ke VIII
Dibuka Uskup Bernardus, Muspasmee ke-VIII Mengajak Umat Katolik Mee Jaga Damai dan Alam
“Muspasmee ini adalah kesempatan untuk mendengar suara umat, suara tanah ini, dan suara Roh Kudus.
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Marselinus Labu Lela
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia
TRIBUNPAUATENGAH.COM, PANIAI- Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, OSA., membuka secara resmi Muspasmee ke-VIII di Paroki Kristus Jaya Komopa, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, Senin (2/2/2026) pagi.
Uskup Bernardus Bofitwos Baru menegaskan, pertemuan ini adalah ruang rohani untuk memperkuat iman dan merumuskan pelayanan Gereja Katolik Mee berakar budaya.
Baca juga: Inovasi Baru Hidukan UMKM Papua Tengah: Pemprov Siapkan Modal dan Alat Dongkrak Ekonomi Kerakyatan
Ia mengatakan, Musyawarah Pastoral Mee (Muspasmee) bukan sekadar agenda organisasi gereja.
Pasalnya, jauh dari itu Muspasmee adalah wadah otentik untuk memperbaharui iman, memperkuat persaudaraan, dan merumuskan arah pelayanan kontekstual, benar-benar menyentuh realitas hidup umat.
Fokus utama yang diusung dalam pertemuan akbar ini, kata Uskup Timika, adalah tanggung jawab umat Katolik Mee dalam menjaga perdamaian serta merawat alam sebagai rumah bersama.
Menurut Uskup, Iman kristiani tak boleh mandek di gereja.
Ia harus tampak dalam cara umat mengelola lingkungan dengan bijaksana dan membangun damai di tengah masyarakat.
Baca juga: Sidak Pasar Sinakma: Disnakerindag Jayawijaya Sita Barang Kedaluwarsa dan Ancam Cabut Izin Pedagang
“Tema Saling Menghidupkan "Iya Iya Akatiyake", mengajak kita untuk tidak hidup bagi diri sendiri. Tetapi, saling menopang, saling menjaga, dan saling menguatkan sebagai satu tubuh Kristus,” kata Uskup Bernardus di hadapan ribuan peserta.
Ia mengingatkan bahwa Gereja harus hadir dan berjalan bersama umat dalam situasi apa pun.
Proses musyawarah harus dilandasi semangat keterbukaan, dialog, dan kebersamaan agar keputusan pastoral dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan umat di akar rumput.
Baca juga: Kerap Tebar Teror dan Pembakaran: Kepala Suku Ilaga Ultimatum Kelompok Luar yang Masuk ke Puncak
“Muspasmee ini adalah kesempatan untuk mendengar suara umat, suara tanah ini, dan suara Roh Kudus. Jangan takut berdiskusi dan berbeda pendapat, tetapi tetaplah bersatu dalam kasih,” tambahnya, menekankan bahwa forum ini merupakan ajang konsolidasi pastoral yang solid.
Pesta iman bernuansa budaya ini menarik perhatian besar.
Tercatat, sebanyak 3.268 peserta hadir dari lima dekenat di lingkungan Keuskupan Timika, yang merupakan perwakilan umat Gereja Katolik Mee Papua Tengah.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Mimika Selasa 3 Februari 2026: 10 Distrik Hujan Ringan, 8 Daerah Berawan
Kehadiran pejabat Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten Paniai juga menegaskan dimensi strategis pertemuan ini.