Info Puncak
Kerap Tebar Teror dan Pembakaran: Kepala Suku Ilaga Ultimatum Kelompok Luar yang Masuk ke Puncak
Yan secara eksplisit menyatakan bahwa masyarakat Distrik Ilaga tidak menerima kehadiran kelompok dari luar wilayah yang hanya datang menyebar teror.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/3-Februari-2026-Yan-Alommm.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kepala Suku Ilaga, Yan Alom, menegaskan penolakan warga terhadap kehadiran kelompok kriminal yang mengganggu keamanan di Kabupaten Puncak pada Senin (2/2/2026).
- Ia mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan bersama-sama melindungi fasilitas umum dari aksi pembakaran.
- Stabilitas keamanan dinilai sebagai syarat mutlak agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan lancar demi kesejahteraan OAP.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, PUNCAK- Stabilitas keamanan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah Papua, kini menjadi pertaruhan besar bagi keberlanjutan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
Kepala Suku Distrik Ilaga, Yan Alom, mengeluarkan pernyataan tegas yang menuntut penghentian segala bentuk provokasi bersenjata di wilayah Kabupaten Puncak, Senin (2/2/2026).
Yan menilai bahwa kemajuan daerah selama ini sering terhambat oleh aksi kekerasan yang menciptakan trauma mendalam bagi warga sipil di pelosok kampung.
Baca juga: Datangi MRP, Masyarakat adat Sup Suku Air Tolak Pembangun Batalyon 858 di Biak
Ia pun menegaskan bahwa masyarakat Ilaga sudah jenuh dengan situasi konflik yang hanya menyisakan kerugian materiil serta ketakutan kolektif.
"Maka itu komitmen bersama antara tokoh adat dan warga menjadi satu-satunya kunci untuk menangkal masuknya pengaruh negatif dari pihak luar. Karena keamanan bukan lagi sekadar harapan, melainkan kebutuhan mutlak agar roda ekonomi di pasar-pasar tradisional di Puncak dapat berputar normal kembali tanpa bayang-bayang ancaman," ungkap Yan melalui pesan tertulisnya.
Baca juga: Klarifikasi Aksi OPM di Yahukimo, Pdt Yones: Serang Warga Sipil Bukan Perjuangan, Tapi Terorisme!
Yan menekankan bahwa kesadaran kolektif untuk menjaga ketertiban merupakan fondasi utama bagi masuknya program kesejahteraan dari pemerintah pusat maupun daerah.
Seluruh elemen masyarakat diminta untuk bersatu dan tidak memberikan ruang bagi oknum yang ingin menciptakan kekacauan di Distrik Ilaga.
Baca juga: Takut Rahasia Bocor dan Jadi Bahan Gibah, Remaja Jayapura Ini Pilih Curhat ke ChatGPT
Sebab itu, tokoh adat memiliki peran sentral dalam mengedukasi generasi muda agar tidak mudah tergiur oleh ajakan kelompok yang berseberangan dengan kedaulatan negara.
"Tanpa komitmen yang kuat dari akar rumput, kehadiran aparat keamanan tidak akan cukup untuk menjamin kedamaian yang permanen di wilayah kita. Maka itu, kita semua harus saling mendukung dan menjaga situasi yang aman dan damai di Kabupaten Puncak ini,” tegas Yan.
Baca juga: Kepala Kampung Ilaga Ultimatum Perusak Fasilitas Umum di Puncak: Kami Ingin Maju Tanpa Aksi Anarkis
Penolakan keras terhadap keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB) menjadi poin paling krusial dalam imbauan tersebut.
Yan secara eksplisit menyatakan bahwa masyarakat Distrik Ilaga tidak menerima kehadiran kelompok dari luar wilayah yang hanya datang untuk menyebar teror.
Aksi pembakaran fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas pada tahun-tahun sebelumnya menjadi catatan hitam yang tidak boleh terulang kembali.
Perusakan fasilitas negara tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat asli Papua atau OAP yang seharusnya menikmati layanan kesehatan dan pendidikan yang layak.
“Kami tidak menerima keberadaan kelompok kriminal di Kabupaten Puncak dan kami berharap mereka tidak lagi membuat kekacauan,”tegas Yan lagi.
Pembangunan di Tanah Papua tidak akan pernah mencapai target maksimal apabila gangguan keamanan terus membayangi para pekerja konstruksi dan tenaga medis.
TribunPapuaTengah.com
Yan Alom
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB)
Kabupaten Puncak
Kepala Suku Distrik Ilaga
| Demi Stabilitas Keamanan Puncak Jaya, Kirenius Telenggen Ajak Warga Perkuat Sinergi Lawan Provokasi |
|
|---|
| YPM Desak Evaluasi Operasi Militer di Kembru dan Dorong Pendekatan Teritorial |
|
|---|
| Larang Warga Berafiliasi dengan KKB, Daebenus: Demi Hindari Korban Jiwa dan Keamanan Puncak |
|
|---|
| Lepas Sambut Danrem 173, Momentum Pemkab Puncak Tekankan Keamanan Humanis dan Penegakan Hukum |
|
|---|
| Pemprov Papua Tengah Serahkan Bantuan Ambulans untuk Puskesmas Sinak |
|
|---|