Gempa Bumi di Fakfak
Gempa Tektonik M4,2 Guncang Fakfak Pagi Ini
Kedalaman pusat gempa yang hanya 8 kilometer membuat rambatan energi terasa signifikan di permukaan tanah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/9-Maret-2026-Gempa-Fakfak.jpg)
Ringkasan Berita:
- Gempa tektonik berkekuatan M4,2 mengguncang wilayah Fakfak, Papua Barat, pada Senin (9/3/2026) pukul 08:25 WIT.
- Fenomena gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif ini memicu getaran skala III-IV MMI yang dirasakan banyak orang di dalam rumah.
- BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, menghindari bangunan retak, dan memastikan struktur tempat tinggal aman dari kerusakan sebelum beraktivitas kembali.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, FAKFAK - Masyarakat di wilayah Kabupaten Fakfak Papua Barat dikejutkan oleh guncangan tektonik yang cukup kuat di tengah aktivitas pagi hari, Senin (9/3/2026).
Getaran yang terjadi secara tiba-tiba tersebut menyebabkan jendela berderik hingga dinding bangunan mengeluarkan bunyi akibat pergeseran batuan di bawah permukaan bumi.
BMKG Wilayah V Jayapura dalam rilisnya menyebutkan gempa terjadi tepat pukul 08:25:11 WIT.
Hasil analisis terbaru menunjukkan parameter kekuatan gempa mencapai Magnitudo 4,2.
Pusat gempa atau episenter berada pada koordinat 2,91° LS dan 132,27° BT.
Lokasi tersebut terletak di darat pada jarak 4 kilometer arah Barat Laut Fakfak dengan kedalaman dangkal sejauh 8 kilometer.
Pemicu guncangan ini teridentifikasi sebagai jenis gempa bumi dangkal.
Hal tersebut terjadi akibat adanya pergerakan pada struktur sesar aktif di wilayah Papua Barat.
Kedalaman pusat gempa yang hanya 8 kilometer membuat rambatan energi terasa signifikan di permukaan tanah.
Berdasarkan laporan langsung dari masyarakat, getaran dirasakan di Fakfak dengan skala intensitas III-IV MMI.
Pada intensitas ini, guncangan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan beberapa orang di luar ruangan.
Dampak fisik yang muncul meliputi pecahnya gerabah, pintu yang berderik, hingga suara pada dinding rumah.
Hingga pantauan terakhir pada pukul 08:35 WIT, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.
BMKG mengimbau warga untuk tidak panik dan tidak menelan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Warga disarankan segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktur pascagempa.
Pemeriksaan kestabilan bangunan tempat tinggal sangat penting dilakukan sebelum penghuni memutuskan untuk masuk kembali ke dalam ruangan.
Kepala Balai Besar MKG Wilayah V Jayapura, Yustus Rumakiek, menegaskan pentingnya mengikuti arahan dari otoritas resmi.
Masyarakat diharapkan hanya merujuk pada data yang disebarkan melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi.
"Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa," ujar Yustus.
Seluruh informasi terkini mengenai aktivitas tektonik dapat diakses melalui aplikasi Mobile Apps infoBMKG atau situs resmi pemerintah.
Kewaspadaan dini menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana di wilayah rawan sesar aktif seperti Papua. (*)
TribunPapuaTengah.com
BBMKG Wilayah V Jayapura
Gempa Tektonik Guncang Fakfak
Yustus Rumakiek
Kabupaten Fakfak
Papua Barat
gempa tektonik
| Polres Mimika Musnahkan 420,6186 Gram Sabu, Ini Identitas Tersangkanya |
|
|---|
| OPM Rampas Satu Pucuk Senjata Laras Panjang Milik TNI-AU di Bandara Enarotali Kabupaten Paniai |
|
|---|
| Demo Tragedi Dogiyai, Ini 21 Tuntutan IPMADO Saat Serbu Kantor DPR Papua Tengah |
|
|---|
| SKALA Dorong Penguatan Tata Kelola Otonomi Khusus Papua |
|
|---|
| Rakor Kepala Daerah se-Tanah Papua, Dana Otsus Papua Tahun 2026 Dilaporkan Mencapai Rp12,69 Triliun |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.