Sabtu, 18 April 2026

Gempa Bumi di Teluk Wondama

Gempa Tektonik Teluk Wondama M 4,4 Pagi Ini Akibat Sesar Aktif

Berdasarkan lokasi serta kedalaman hiposenternya, fenomena alam ini murni akibat aktivitas sesar aktif di wilayah setempat.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Gempa Tektonik Teluk Wondama M 4,4 Pagi Ini Akibat Sesar Aktif
TribunPapuaTengah.com/Istimewa
GEMPA TEKTONIK - Infografis gempa tektonik dangkal berkekuatan pemutakhiran M4,3 mengguncang Teluk Wondama, Papua Barat, Selasa (31/3/2026) pagi. Foto BMKG Wilayah V Jayapura. 

Ringkasan Berita:
  • Gempa tektonik dangkal berkekuatan pemutakhiran M4,3 mengguncang Teluk Wondama, Papua Barat, Selasa (31/3/2026) pagi. 
  • Aktivitas sesar aktif di kedalaman 10 km ini memicu getaran skala III-IV MMI yang mampu memecahkan perabot rumah tangga. 
  • BMKG mencatat satu kali gempa susulan dan mengimbau warga memeriksa struktur bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan guna menghindari risiko runtuhan.

 

 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, WONDAMA - Warga Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Selasa (31/3/2026) pagi dikejutkan oleh gempa tektonik yang cukup kuat saat memulai aktivitas tepat pukul 07:35:28 WIT.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan parameter gempa ini memiliki kekuatan magnitudo M4,4.

Diketahui pusat getaran atau episenter terletak pada koordinat $2,70^{\circ}$ LS dan $134,54^{\circ}$ BT.

Lokasi tersebut berada di darat dengan jarak sekitar 4 kilometer arah Timur Laut Teluk Wondama.

Baca juga: Gempa 5,2 Guncang Keerom Papua, Getaran Terasa Hingga Jayapura, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami!

Kepala Balai Besar MKG Wilayah V, Yustus Rumakiek, melalui rilis resminya menjelaskan bahwa pusat gempa berada pada kedalaman sangat dangkal yakni 10 kilometer.

Berdasarkan lokasi serta kedalaman hiposenternya, fenomena alam ini murni akibat aktivitas sesar aktif di wilayah setempat.

"Guncangan dirasakan secara nyata oleh masyarakat dengan skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity)," tulis Yustus dalam rilisnya yang Tribun-PapuaTengah.com melalui grup resmi BMKG.

Pada level ini, sambung Yustus, getaran terasa nyata di dalam rumah hingga membuat piring, gelas, serta jendela berbunyi dan berderik.

Masyarakat melaporkan bahwa kekuatan gempa cukup untuk membangunkan orang yang sedang tidur dan berpotensi merusak dinding bangunan yang tidak kokoh.

Hingga pukul 08:07 WIT, pemantauan instrumen BMKG telah mendeteksi terjadinya satu kali gempa bumi susulan atau aftershock.

Fenomena susulan ini umum terjadi pada jenis gempa dangkal hingga kondisi tektonik di bawah permukaan kembali stabil.

BMKG menginstruksikan warga untuk tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak memiliki sumber valid.

"Warga wajib menjauhi bangunan yang sudah menunjukkan retakan atau kerusakan fisik akibat guncangan awal. Pemeriksaan terhadap kestabilan bangunan sangat krusial dilakukan sebelum penghuni memutuskan masuk kembali ke dalam rumah," imbuh Yustus.

Kepastian informasi kebencanaan hanya dapat diakses melalui kanal resmi BMKG, seperti aplikasi seluler InfoBMKG atau situs web inatews.bmkg.go.id.

Masyarakat diharapkan selalu memperbarui data melalui saluran komunikasi terverifikasi guna memitigasi risiko dampak bencana lebih lanjut di Papua Barat. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved