Jumat, 10 April 2026

Teror KKB di Yahukimo

Sinode GKI Kingmi Minta TPNPB-OPM Stop Lukai Warga Sipil Tak Berdaya di Yahukimo

"Rakyat kecil yang tidak memiliki senjata lalu ditembak bukan lawan dalam konflik politik apa pun," beber Pdt Yones Wenda.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Sinode GKI Kingmi Minta TPNPB-OPM Stop Lukai Warga Sipil Tak Berdaya di Yahukimo
Tribunnews.com
KECAMAN UNTUK TPNPB-OPM- Sekretaris Umum Sinode GKI Kingmi Papua, Pdt Yones Wenda, mengecam keras aksi penembakan warga sipil oleh TPN-OPM di Yahukimo, Senin (19/1/2026). Foto: Istimewa 

Ringkasan Berita:
  • Sekretaris Umum Sinode GKI Kingmi Papua, Pdt. Dr. Yones Wenda, mengecam keras aksi penembakan warga sipil oleh TPN-OPM di Yahukimo, Senin (19/1/2026). 
  • Ia menegaskan rakyat kecil bukan lawan dan meminta kelompok bersenjata berhenti menyiksa sesama warga Papua demi kepentingan kelompok. 
  • Pdt. Yones juga mendesak TNI-Polri menindak tegas pelaku guna menjamin keamanan aktivitas masyarakat di sana.

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA– Sinode GKI Kingmi melontarkan kecaman terhadap TPN-OPM yang kerap menebar terork penembakan bagi warga sipil di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Sekretaris Umum Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Pdt Yones Wenda, menila serangan terhadap masyarakat sipil yang tidak bersenjata merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan secara moral maupun kemanusiaan.

Sebab itu, Pdt Yones Wenda mengimbau kelompok kriminal bersenjata (KKB) tersebut segera menghentikan segala bentuk teror di wilayah Yahukimo dan sekitarnya.

“Saya menghimbau dengan tegas kepada TPN-OPM, khususnya di Kabupaten Yahukimo, agar jangan lagi membunuh atau menyakiti masyarakat sipil,” ujar Pdt Yones Wenda di Jayapura, Senin (19/1/2026).

Baca juga: Keberadaan WNA di Nabire Jadi Sorotan, Politisi PAN: Perlu Ada Kantor Imigrasi

Ia menegaskan bahwa masyarakat sipil yang menjadi korban KKB selama ini sejatinya adalah warga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup dasar untuk keluarganya.

"Rakyat kecil yang tidak memiliki senjata lalu ditembak bukan lawan dalam konflik politik apa pun," beber Pdt Yones Wenda.

Pdt Yones Wenda juga menyoroti bahwa pola penyerangan terhadap warga lalu melarikan diri ke hutan hanya akan memperpanjang trauma masyarakat.

"Kalau betul-betul berani berjuang, berjuanglah dengan cara yang benar. Jangan ganggu masyarakat sipil karena mereka bukan lawan," tegasnya kembali.

Sinode Kingmi juga mempertanyakan arah perjuangan kelompok pengacau keamanan tersebut yang dinilai telah menyimpang jauh dari kepentingan rakyat Papua secara umum.

Baca juga: Wagub Deinas Geley Tegaskan Disiplin Atribut ASN Papua Tengah

Tindakan menyiksa atau menghilangkan nyawa sesama orang Papua dianggap sebagai pengkhianatan terhadap nilai-nilai luhur dan tatanan kehidupan di Tanah Papua.

“Jangan cari nama dan kepentingan dengan cara menyiksa rakyat Papua sendiri,” pinta Pdt Yones Wenda.

Selain itu, Sinode GKI Kingmi juga menyoroti krisis kepemimpinan di dalam kelompok bersenjata tersebut yang berdampak pada jatuhnya korban dari kalangan rakyat kecil.

"Karena para tokoh besar perjuangan di masa lalu tidak pernah mengajarkan kekerasan yang menyasar penduduk sipil yang sedang beraktivitas sehari-hari," tuturnya.

Kondisi keamanan di Kabupaten Yahukimo saat ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan guna menjamin keselamatan nyawa warga.

Baca juga: Cegah Super Flu H3N2, Puskesmas Timika Perketat Skrining Pasien dan Pantau Riwayat Perjalanan

Menyikapi eskalasi kekerasan yang terus meningkat, Pdt Yones Wenda mendesak aparat keamanan untuk mengambil langkah taktis dan penegakan hukum yang kuat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved