Festival Media Se Tanah Papua 2026
Pelajar dan Mahasiswa di Nabire Dibekali Strategi Tangkal Kebocoran Data
“Sejak dini kita didik mereka sehingga fokus menjaga data pribadi karena ini sangat berdampak ketika masuk ke dunia kerja,” tutur Aldo.
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/14-Jnauari-2026-Jurn.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ketua Relawan TIK Papua, Aldo Mooy, membekali pelajar Nabire teknik perlindungan data pribadi dalam Workshop Keamanan Digital di FesMed 2026, Rabu (14/1/2026).
- Peserta diajak mewaspadai kebocoran email hingga KTP guna menangkal kejahatan siber dan perundungan.
- Edukasi ini bertujuan melahirkan kreator konten cerdas yang mampu menjaga privasi serta membangun jurnalisme damai di ruang digital Papua.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE– Puluhan pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dibekali pelatihan keamanan digital dan jurnalisme damai dalam rangkaian Festival Media Se-Tanah Papua 2026.
Pelatihan berlangsung di arena Fesmed Media Se-Tanah Papua 2026, di pelataran kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Rabu (14/1/2026).
Ketua Relawan TIK Papua, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Aldo Mooy, menjadi narasumber utama dalam sesi pelatihan keamanan digital.
Aldomengatakan generasi muda Papua kini berada di garis depan perjuangan melawan ancaman kejahatan siber yang semakin mengintai privasi pengguna internet.
Baca juga: Menjaga Kemudi Jurnalisme, Lucky Ireeuw Ingatkan Wartawan di Papua Soal Bahaya Bias Algoritma AI
Karena itu pemahaman mengenai keamanan siber harus ditanamkan sejak dini agar tidak menjadi penghambat bagi pelajar saat memasuki dunia kerja profesional kelak.
"Tanpa perlindungan yang ketat, data pribadi milik siswa rentan disalahgunakan oleh kelompok kriminal untuk kepentingan finansial maupun intimidasi digital. Makanya sejak dini kita didik mereka sehingga fokus menjaga data pribadi karena ini sangat berdampak ketika masuk ke dunia kerja,” tutur Aldo.
Pihak Relawan TIK mengidentifikasi bahwa surat elektronik (email) dan nomor ponsel merupakan pintu masuk utama yang harus dijaga kerahasiaannya oleh setiap individu.
Selain itu, identitas resmi seperti KTP dan Kartu Pelajar menjadi incaran pelaku kejahatan siber karena terkoneksi langsung dengan sistem beasiswa serta layanan kementerian pusat.
“Kalau data ini bocor maka bisa disalahgunakan, apalagi ketika kita melakukan registrasi beasiswa karena nomor KTP terkoneksi ke kementerian pusat,” beber Aldo.
Baca juga: Kopi Paniai Hadir di FesMed 2026, KoPuaz Tantang Jurnalis Papua Telisik Kisah Petani Hulu-Hilir
Aldo juga mengingatkan peserta untuk mewaspadai tiga ancaman utama di ruang siber yaitu pencemaran nama baik, intimidasi, hingga aksi perundungan siber (cyberbullying).
Peserta workshop diajak mempraktikkan cara mendeteksi kebocoran akun melalui situs kolaborasi jurnalisme sebagai langkah preventif dalam mengamankan aset digital pribadi.
"Pelindungan diri di internet merupakan tanggung jawab personal yang tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada orang tua atau anggota keluarga lainnya," tegas Aldo.
Aldo dalam kesempatan ini mengapresiasi Asosiasi Wartawan Papua (AWP) atas terselenggaranya Festival Media yang menyelipkan workhop ini.
Ia berharap para pelajar mampu bertransformasi dari sekadar pembaca menjadi produsen informasi yang beretika.
Baca juga: Festival Media Se-Tanah Papua di Nabire Diharapkan Jadi Mimbar Literasi dan Advokasi Hak Rakyat
Edukasi ini sekaligus menjadi bagian dari kampanye jurnalisme damai untuk membangun harmonisasi di ruang digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi di Papua.
| Festival Media Perdana se-Tanah Papua Sukses Menjaring 1.132 Peserta Aktif |
|
|---|
| Redaktur Tempo Ajak Jurnalis Lokal Papua Kolaborasi Liputan Investigatif |
|
|---|
| Festival Media se-Tanah Papua Jadi Panggung Promosi UMKM Lokal |
|
|---|
| Albert Yomo Sebut Posisi Wartawan Harus Jadi Jembatan Rakyat |
|
|---|
| Selami Potensi Desa melalui Tulisan, Generasi Muda di Nabire Ditantang Viralkan Cerita Kampung |
|
|---|