Rabu, 3 Juni 2026

Opini

Permasalahan Stunting dan Ketimpangan Pembangunan di Kabupaten Jayapura

Wilayah dengan jumlah kasus stunting tertinggi kemungkinan memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan serta program intervensi gizi.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Permasalahan Stunting dan Ketimpangan Pembangunan di Kabupaten Jayapura
TribunPapuaTengah.com
OPINI - Perempuan dan Pembangunan oleh ma : Joy Natalia Kafiar. Foto/Istimewa Dok pribadi 

Ditulis Oleh : Nama : Joy Anna Natalia Kafiar

UTS Perempuan dan Pembangunan

TRIBUN-PAPUATENGAN.COM - Stunting merupakan suatu keadaan di mana tinggi badan anak lebih rendah dari rata-rata untuk usianya karena kekurangan nutrisi yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada ibu selama kehamilan, atau pada anak saat
sedang dalam masa pertumbuhan.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) pada tahun 2023 yang dilakukan oleh Kementrian Kesehatan, Papua menduduki peringkat ke 8 nasional, dengan presentase 28,6 persen anak penderita stunting.

Di Kabupaten Jayapura sendiri, pada tahun 2024, prevalensi stunting berada di angka 14,02 persen.

Sementara data Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura menunjukkan, pada tahun 2025, terjadi penurunan angka menjadi 13,25 persen anak yang menderita stunting.

Sedangkan hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 688 anak mengalami gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis di 22 puskesmas yang terssebar di Kabupaten
Jayapura.

Data tersebut diperoleh melalui system Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM).

Berdasarkan pemetaan wilayah pembangunan (WP), sebaran kasus tertinggi berada di Wilayah Pembangunan I dengan 300 anak, disusul Wilayah Pembangunan III sebanyak 159 anak, Wilayah Pembangunan IV sebanyak 157 anak, dan Wilayah Pembangunan II sebanyak 72 anak.

Lantas mengapa masih terjadi kasus stunting meskipun prevalensi menunjukkan penurunan?

Penurunan persentase tidak selalu berarti jumlah kasus menurun.

Dalam kasus stunting yang terjadi di Kabupaten Jayapura, stunting masih terjadi karena dipengaruhi oleh bertambahnya jumlah populasi anak, serta meningkatknya cakupan pendataan, sehingga
masalah stunting masih ada dan belum sepenuhnya terkendali.

Faktor lain penyebab masih maraknya kasus stunting di Kabupaten Jayapura ialah adanya ketimpangan pembangunan antar wilayah.

Pembangunan seharusnya tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, melainkan juga berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk aspek kesehatan dan gizi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved