Jumat, 17 April 2026

Opini

OPINI: Agama Pendatang Baru Tidak Bisa Menghapus Hak Orang Asli Papua

Karena itu, upaya menghidupkan kembali politik identitas berbasis agama justru tidak menemukan akar kuat di tanah Papua.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto OPINI: Agama Pendatang Baru Tidak Bisa Menghapus Hak Orang Asli Papua
Istimewa
OPINI- Ismail Asso. Foto: istimewa 

Oleh: Ismail Asso

Pendiri Pondok Pesantren Al Hidayah Firdaus Asso, Koya Koso, Jayapura, Papua

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA- Ketika pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Papua secara terbuka menyatakan dukungan terhadap kader jemaatnya.

Dukungan ini seolah menegaskan sikap GKI selama ini: “Papua adalah Tanah Injil,” yang dalam konteks politik berarti mendukung pasangan calon Benhur Tommy Mano–Constan Karma (BTM–CK).

Sosok Benhur Tommy Mano sebagai calon gubernur dikenal demokratis dan moderat.

Sejak awal, ia menginginkan calon wakil dari unsur Islam sebagai bentuk representasi inklusivitas.

Nama Ketua NU Papua, Dr. Tony Wanggai, sempat disebut-sebut sebagai calon wakil yang digadang-gadang, namun akhirnya lebih dulu dipasangkan dengan calon lain, Komjen Pol (Purn.) Paulus Waterpauw.

Baca juga: Pemprov Papua Bergerak Cepat, Jaringan Telkom Pulih Usai Gempa 6,6 Guncang Nabire

Sebagai tokoh kuat, Waterpauw menggandeng Tony Wanggai sebagai wakil gubernur untuk mencerminkan keberagaman masyarakat Papua.

Namun, karena tidak mendapat dukungan partai politik, pasangan ini gugur dari kontestasi.

Seluruh partai akhirnya mengalihkan dukungan ke Mathius Derek Fakhiri (MDF), yang kini keluar sebagai pemenang PSU berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Perlu ditegaskan, bahwa Benhur Tommy Mano (BTM) yang berpengalaman sebagai Wali Kota Jayapura selama dua periode dan pernah menjabat di Kementerian Sosial RI, bukanlah tokoh sektarian.

Ia bukan pula figur konservatif atau primordial seperti yang sebagian pihak narasikan.

Baca juga: Ratusan OAP di Papua Tengah Dikirim Ikut Pelatihan di BLK, Ini Pesan Meki Nawipa

Dalam putaran pertama Pilgub Papua, calon wakil BTM sebelumnya, Yeremias Bisai—mantan Bupati Waropen dari wilayah adat Sairer, digugurkan oleh MK RI karena tidak memenuhi syarat administratif.

Ia terseret kasus kekerasan dalam rumah tangga. Hal ini memicu PSU Pilgub Papua.

Munculnya Constan Karma dan Isu Politik Identitas

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved