Kamis, 11 Juni 2026

Info Sarmi

Jamin Hak Ulayat Aman: Ondoafi Korneles Matadoar Restui Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Sarmi

Kehadiran program strategis nasional ini merupakan peluang emas untuk mengubah wajah ekonomi nelayan lokal menjadi lebih modern dan kompetitif.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Jamin Hak Ulayat Aman: Ondoafi Korneles Matadoar Restui Proyek Kampung Nelayan Merah Putih di Sarmi
Tribunnews.com
DUKUNG PEMBANGUNAN- Sa' temto/Ondoafi Kasremwar Sarmi, Korneles Matadoar menyatakan dukungan penuh pembangunan Kampung nelayan merah putih di wilayahnya, pada rapat pertemuan di Aula Kantor Distrik Sarmi Kamis, 22/1/2026. Foto: Anderson Esris 

Ringkasan Berita:
  • Ondoafi Kasremwar Sarmi, Korneles Matadoar, menjamin keamanan hak ulayat guna mendukung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Sarmi, Kamis (22/1/2026). 
  • Ia menegaskan masyarakat adat sangat terbuka terhadap investasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan lokal. 
  • Pemerintah diminta melibatkan warga asli dalam setiap tahapan agar program selaras dengan nilai kearifan lokal.

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, SARMI– Masyarakat adat Kabupaten Sarmi menjamikeamanan lahan guna memuluskan rencana pemerintah pusat dalam membangun kawasan ekonomi terintegrasi bernama Kampung Nelayan Merah Putih.

Sa’ Temto atau Ondoafi Kasremwar Sarmi, Korneles Matadoar mengatakan dukungan ini sebagai bentuk komitmen kepastian investasi sosial di wilayah pesisir Papua.

Korneles menegaskan bahwa kehadiran program strategis nasional ini merupakan peluang emas untuk mengubah wajah ekonomi nelayan lokal menjadi lebih modern dan kompetitif.

Terkait isu sensitif mengenai hak ulayat, Korneles menjamin bahwa saat ini tidak ada sengketa lahan yang dapat menghambat proses konstruksi fisik di lapangan.

Baca juga: Gangguan Layanan Data, Telkomsel Kerahkan Tim Teknis Perbaikan

Masyarakat adat telah sepakat untuk mendahulukan kepentingan umum dan manfaat ekonomi jangka panjang dibandingkan perdebatan administratif yang berlarut-larut.

“Kita terima pembangunan dulu, urusan lain nanti kita bicarakan bersama,” tegas Korneles di Sarmi, Papua, Kamis (22/1/2026).

Pernyataan Ondoafi ini sekaligus menepis keraguan investor dan pemerintah mengenai potensi hambatan dari pihak pemegang hak ulayat di titik lokasi pembangunan.

Diketahui Kampung Nelayan Merah Putih diproyeksikan menjadi sentra produksi perikanan yang dilengkapi dengan fasilitas pengolahan, penyimpanan dingin (cold storage), hingga pasar ikan modern.

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan teknis pemerintah dengan nilai-nilai kearifan lokal yang dijaga oleh para pemangku adat.

Baca juga: Masa Peralihan Cuaca Akibatkan Angin Kencang Terjang Nabire

Korneles meminta pemerintah pusat maupun daerah untuk tetap melibatkan masyarakat asli dalam setiap tahapan pengerjaan guna memastikan penyerapan tenaga kerja lokal.

"Keterlibatan aktif warga adat dinilai penting agar transformasi ekonomi pesisir tidak menggerus identitas sosial masyarakat nelayan di Sarmi," ucap Kornees.

Generasi muda kabupaten berjuluk Kota Ombak ini diimbau untuk bersiap mengambil peran dalam ekosistem ekonomi baru ini dengan meningkatkan keterampilan teknis di bidang kelautan.

Seluruh elemen masyarakat juga diminta untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan selama alat berat mulai dimobilisasi ke area pembangunan.

Baca juga: Bupati Paniai Sentil ASN Malas dan Tegaskan Disiplin Kerja di Momen Perayaan Natal

Lingkungan yang kondusif diyakini akan mempercepat realisasi proyek sehingga manfaatnya dapat segera dinikmati oleh ribuan kepala keluarga nelayan.

"Dengan pembangunan infrastruktur kita harapkan bisa menekan angka kemiskinan dan meningkatkan standar hidup masyarakat pesisir melalui sistem perdagangan ikan yang lebih adil," tuturnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved