Selasa, 19 Mei 2026

Info Papua

Klarifikasi Aksi OPM di Yahukimo, Pdt Yones: Serang Warga Sipil Bukan Perjuangan, Tapi Terorisme!

Pdt Yones Wonda, secara terbuka meluruskan pernyataan viralnya guna memberikan batasan tegas antara aspirasi politik dan tindakan kriminal murni.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Klarifikasi Aksi OPM di Yahukimo, Pdt Yones: Serang Warga Sipil Bukan Perjuangan, Tapi Terorisme!
Tribunnews.com/Istimewa
KONTAK TEMVAK- Kontak tembak Kampung Maroku, Kabupaten Yahukimo, Papua Peguniungan, Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 07.30 WIT. 

Ringkasan Berita:
  • Pdt Yones Wonda mengklarifikasi pernyataan viralnya pada Senin (2/2) terkait aksi TPN-OPM di Yahukimo yang kerap membunuh warga sipil.
  • Ia menegaskan kekerasan terhadap guru dan tenaga medis adalah tindakan terorisme yang tidak diakui dunia sebagai perjuangan kemerdekaan. 
  • Tokoh agama ini meminta kelompok bersenjata berhenti mengganggu warga sipil dan menjaga kedamaian di Tanah Papua.

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA – Narasi perjuangan di Tanah Papua kembali menjadi sorotan tajam setelah aksi kekerasan terhadap warga sipil terus berulang di wilayah Pegunungan.

Tokoh Agama Papua, Pdt Yones Wonda, secara terbuka meluruskan pernyataan viralnya guna memberikan batasan tegas antara aspirasi politik dan tindakan kriminal murni.

Sekretaris Umum Sinode Gereja Kingmi Masehi Papua ini menilai menyerang tenaga kesehatan, guru, hingga pekerja bangunan di Yahukimo, Papua Pegunungan, telah mencederai martabat kemanusiaan.

Klarifikasi ini bertujuan untuk menghentikan polemik media sosial serta menegaskan posisi gereja dalam melihat konflik bersenjata. 

Pdt Yones Wonda memandang bahwa serangan kepada masyarakat tak bersenjata adalah bentuk keputusasaan yang justru menghilangkan simpati dunia internasional terhadap isu Papua.

"Jadi menurut saya tindakan TPNPB-OPM yang menyasar warga sipil tidak dapat dikategorikan sebagai bagian dari upaya memerdekakan bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin )2/2/2026).

Baca juga: Kepala Kampung Ilaga Ultimatum Perusak Fasilitas Umum di Puncak: Kami Ingin Maju Tanpa Aksi Anarkis

Menurutnya lagi, dunia internasional tidak pernah mengakui kekerasan terhadap kelompok non-kombatan sebagai sebuah gerakan pembebasan yang sah.

Aksi-aksi tersebut secara teknis lebih tepat disebut sebagai terorisme yang hanya menimbulkan penderitaan bagi penduduk lokal di perkotaan maupun pedalaman.

Masyarakat sipil yang sedang bekerja membangun daerah seringkali menjadi korban tanpa pembelaan dalam konflik yang tidak mereka pahami.

"Tindakan membunuh mantri, guru, hingga pendulang tidak bisa disebut sebagai perjuangan kemerdekaan Papua," tegas Pdt Yones Wenda.

Pdt Yones Wonda juga menyoroti adanya motif pencarian popularitas dan keuntungan pribadi di balik gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut.

Ia menilai TPNPB-OPM saat ini lebih sering mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat hanya untuk menunjukkan eksistensi yang tidak produktif bagi masa depan Papua.

Kelompok yang sering disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini dinilai telah keluar dari koridor perjuangan ideologis yang bermartabat.

Baca juga: Takut Rahasia Bocor dan Jadi Bahan Gibah, Remaja Jayapura Ini Pilih Curhat ke ChatGPT

Hal ini menyebabkan trauma mendalam bagi warga asli Papua yang merindukan kedamaian dan kelancaran akses pelayanan publik.

"TPN-OPM ini hanya mencari nama dan mencari makan dengan cara mengganggu aktivitas masyarakat sipil," beber Pdt Yones Wenda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved