Info Papua
Klarifikasi Aksi OPM di Yahukimo, Pdt Yones: Serang Warga Sipil Bukan Perjuangan, Tapi Terorisme!
Pdt Yones Wonda, secara terbuka meluruskan pernyataan viralnya guna memberikan batasan tegas antara aspirasi politik dan tindakan kriminal murni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/kontak-tembak-di-yahukomo-2.jpg)
Ringkasan Berita:
- Pdt Yones Wonda mengklarifikasi pernyataan viralnya pada Senin (2/2) terkait aksi TPN-OPM di Yahukimo yang kerap membunuh warga sipil.
- Ia menegaskan kekerasan terhadap guru dan tenaga medis adalah tindakan terorisme yang tidak diakui dunia sebagai perjuangan kemerdekaan.
- Tokoh agama ini meminta kelompok bersenjata berhenti mengganggu warga sipil dan menjaga kedamaian di Tanah Papua.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA – Narasi perjuangan di Tanah Papua kembali menjadi sorotan tajam setelah aksi kekerasan terhadap warga sipil terus berulang di wilayah Pegunungan.
Tokoh Agama Papua, Pdt Yones Wonda, secara terbuka meluruskan pernyataan viralnya guna memberikan batasan tegas antara aspirasi politik dan tindakan kriminal murni.
Sekretaris Umum Sinode Gereja Kingmi Masehi Papua ini menilai menyerang tenaga kesehatan, guru, hingga pekerja bangunan di Yahukimo, Papua Pegunungan, telah mencederai martabat kemanusiaan.
Klarifikasi ini bertujuan untuk menghentikan polemik media sosial serta menegaskan posisi gereja dalam melihat konflik bersenjata.
Pdt Yones Wonda memandang bahwa serangan kepada masyarakat tak bersenjata adalah bentuk keputusasaan yang justru menghilangkan simpati dunia internasional terhadap isu Papua.
"Jadi menurut saya tindakan TPNPB-OPM yang menyasar warga sipil tidak dapat dikategorikan sebagai bagian dari upaya memerdekakan bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin )2/2/2026).
Baca juga: Kepala Kampung Ilaga Ultimatum Perusak Fasilitas Umum di Puncak: Kami Ingin Maju Tanpa Aksi Anarkis
Menurutnya lagi, dunia internasional tidak pernah mengakui kekerasan terhadap kelompok non-kombatan sebagai sebuah gerakan pembebasan yang sah.
Aksi-aksi tersebut secara teknis lebih tepat disebut sebagai terorisme yang hanya menimbulkan penderitaan bagi penduduk lokal di perkotaan maupun pedalaman.
Masyarakat sipil yang sedang bekerja membangun daerah seringkali menjadi korban tanpa pembelaan dalam konflik yang tidak mereka pahami.
"Tindakan membunuh mantri, guru, hingga pendulang tidak bisa disebut sebagai perjuangan kemerdekaan Papua," tegas Pdt Yones Wenda.
Pdt Yones Wonda juga menyoroti adanya motif pencarian popularitas dan keuntungan pribadi di balik gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut.
Ia menilai TPNPB-OPM saat ini lebih sering mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat hanya untuk menunjukkan eksistensi yang tidak produktif bagi masa depan Papua.
Kelompok yang sering disebut sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ini dinilai telah keluar dari koridor perjuangan ideologis yang bermartabat.
Baca juga: Takut Rahasia Bocor dan Jadi Bahan Gibah, Remaja Jayapura Ini Pilih Curhat ke ChatGPT
Hal ini menyebabkan trauma mendalam bagi warga asli Papua yang merindukan kedamaian dan kelancaran akses pelayanan publik.
"TPN-OPM ini hanya mencari nama dan mencari makan dengan cara mengganggu aktivitas masyarakat sipil," beber Pdt Yones Wenda.
TribunPapuaTengah.com
Yones Wenda
Klarifikasi Pdt Yones Wenda
TPNPB-OPM
Papua
keamanan
Yahukimo
Papua Pegunungan
Teror KKB di Yahukimo
KKB
| Polda Papua Tengah Tangkap Pemuda Bernama Oktovianus Douw, Keluarga Menunggu Alasannya |
|
|---|
| Mahasiswa Papua di Malang Desak Penarikan Militer dan Pengusutan Pelanggaran HAM di Tanah Papua |
|
|---|
| Kapolda Cup II Mini Soccer Antar SMA/SMK Bergulir, Pemda Diharapkan Adakan Pertandingan Seperti Ini |
|
|---|
| Kapolda Papua Tengah Besuk Korban Penembakan Operasi Militer Tembagapura |
|
|---|
| Rakor Kepala Daerah se-Papua Bahas Otsus di Mimika Diwarnai Demo Para Pencaker |
|
|---|