Longsor di Jalan Trans Jayapura Wamena
93 Kendaraan Berhasil Dievakuasi dari Longsor Jalan Trans Papua Jayapura-Wamena
Kendaraan yang tertahan terdiri dari 92 unit truk logistik dan 11 unit mobil lajuran yang membawa berbagai kebutuhan pokok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/12-Februari-2026-longsor-trans-pappa.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tim BBPJN Papua berhasil mengevakuasi 93 dari 103 kendaraan yang terjebak longsor di jalan Trans Papua Jayapura–Wamena per Kamis (12/2/2026).
- Sebanyak 23 titik longsor telah dibersihkan, namun hanyutnya Jembatan Kali Kill masih memutus akses utama.
- Petugas menargetkan perbaikan jembatan selesai dalam dua minggu ke depan guna memulihkan jalur logistik dan ekonomi ke wilayah Papua Pegunungan.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA –PPK KPBU Jalan Trans Papua Jayapura–Wamena, Febryan Nurdiansyah, mengatakan tim di lapangan telah bekerja tanpa henti selama tiga hari terakhir.
Akhirnya sebanyak 93 unit kendaraanberhasil dievakuasi setelah menangani titik-titik kerusakan jalan yang paling parah.
Upaya penyelamatan ini menjadi krusial mengingat ruas tersebut merupakan urat nadi distribusi logistik dari Jayapura menuju wilayah pegunungan Papua.
Febryan menjelaskan saat material tanah longsor menimbun badan jalan Sabtu (7/2/2026) menyebabkan 103 kendaraan terjebak.
Data menunjukkan kendaraan tersebut terdiri dari 92 unit truk logistik dan 11 unit mobil lajuran.
Baca juga: Urat Nadi Logistik Putus! Ismail Asso Minta Penanganan Darurat Jalan Jayapura–Wamena
Tim Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Papua–Papua Pegunungan segera mengerahkan alat berat untuk membuka akses yang tertutup material.
Hingga Kamis (12/2/2026), petugas di lapangan mencatat tersisa 10 unit kendaraan yang masih tertahan di lokasi longsor.
Kondisi kendaraan yang rusak berat menjadi kendala utama karena membutuhkan bantuan alat khusus untuk pemindahan ke tempat aman.
"Sebanyak lima kendaraan baru saja berhasil kami tarik keluar dari titik terjepit," ujar Febryan.
Petugas mengidentifikasi terdapat 27 titik longsoran yang menutupi akses utama jalan Trans Papua.
Tim teknis bersama PT Hutama Karya telah menyelesaikan pembersihan pada 23 titik sehingga sebagian ruas mulai bisa dilalui secara terbatas.
Baca juga: Respons Cepat Longsor, Tim KPBU Pasang jembatan Darurat Kalikil Yalimo
Namun, empat titik sisa masih dalam tahap penanganan intensif karena medan yang cukup berat dan berlumpur.
Kendala paling signifikan saat ini adalah hanyutnya Jembatan Kali Kill akibat terjangan material longsor.
Kementerian PUPR sedang memobilisasi material jembatan baru yang diperkirakan tiba di lokasi dalam dua hari ke depan.
"Proses instalasi jembatan darurat tersebut memerlukan estimasi waktu pengerjaan sekitar 10 hingga 14 hari kerja," beber Febryan.