Senin, 13 April 2026

Info Papua

Eks Panglima OPM Lambert Pekikir Rintis Kampung Damai NKRI di Wilayah Keerom

Dari 200 warga tersebut, 50 orang merupakan mantan anggota kelompok bersenjata yang telah menyatakan ikrar setia kembali ke pangkuan NKRI.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Eks Panglima OPM Lambert Pekikir Rintis Kampung Damai NKRI di Wilayah Keerom
Tribunnews.com/Istimewa
KEEROM DAMAI- Eks Panglima TPNPB-OPM, Lambertus Pekikir, Foto Istimewa 

Ringkasan Berita:
  • Mantan Panglima OPM Lambert Pekikir, memprakarsai pembangunan Kampung Pmang di Kabupaten Keerom seluas 1.000 hektare sebagai wadah reintegrasi sosial. 
  • Kampung ini disiapkan bagi 200 warga, termasuk 50 eks anggota kelompok bersenjata yang menyatakan kembali ke pangkuan NKRI. 
  • Lambert menegaskan penolakan terhadap kekerasan TPNPB dan mengajak seluruh pihak mengutamakan pembangunan perdamaian di Papua.

 

 TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA - Mantan tokoh Kelompok Separatis Teroris Papua (KSTP), Lambert Pekikir, menyatakan sikap tegas menolak segala bentuk kekerasan oleh kelompok TPNPB-OPM.

Lamber Pekikir yang juga dikenal sebagai mantan Panglima TPNPB-OPM Wilayah Victori, Kabupaten Keerom, Papua, ini menekankan bahwa perlindungan terhadap warga sipil merupakan harga mati yang tidak boleh dilanggar dalam situasi konflik apa pun.

Baca juga: Gagal Jalankan Otsus Jilid II dan Tidak Berpihak ke Rakyat Papua, Akia Wenda: Bubarkan Saja MRP

Sebab itu, eks pimpinan  kelompok bersenjata yang beroperasi di perbatasan Indonesia-Papua Nugini (Great Waris) kini emilih jalan diplomasi pembangunan dengan merintis pembentukan Kampung Pmang sebagai pemekaran dari Kampung Kibay di Kabupaten Keerom.

Wilayah ini diproyeksikan menjadi pusat kehidupan baru bagi suku besar Manem serta suku Yeti, Kibey, dan Kriku.

Lambert menjelaskan bahwa masyarakat adat di Keerom telah menghibahkan lahan seluas 1.000 hektare untuk mendukung visi pembangunan kampung lintas suku tersebut.

Baca juga: Pulihkan Keamanan Dogiyai, Bupati Yudas Bakal Kumpulkan Seluruh Tokoh Adat dan Forkopimda

Sebanyak 200 warga siap menempati kampung ini untuk memulai kehidupan permanen sebagai petani dan peternak.

Dari 200 warga tersebut, 50 orang merupakan mantan anggota kelompok bersenjata yang telah menyatakan ikrar setia kembali ke pangkuan NKRI.

"Jadi saya dipercaya warga menjadi kepala kampung sementara untuk menata denah serta merancang infrastruktur dasar di kampung ini," ungkap Lambert melalui keterangan tertulisnya, Minggu (15/3/2026).

Baca juga: Rentan Terpapar Radikalisme Digital, Densus 88 Edukasi Santri di Nabire Bijak Gunakan Ponsel

Lambert mengaku aktif menjalin komunikasi dengan rekan-rekan lamanya yang masih bertahan di hutan perbatasan untuk segera meletakkan senjata. 

Ia meyakinkan mereka bahwa masa depan yang cerah hanya dapat dicapai melalui kemandirian ekonomi di tengah masyarakat luas.

Pembangunan Kampung Pmang menjadi bukti nyata bahwa negara dan masyarakat adat siap menerima kembali putra-putra daerah yang ingin bertobat.

Baca juga: Satgas Damai Cartenz Amankan 5 Orang Jaringan KKB Aibon Kogoya di Nabire

Fokus utama pembangunan saat ini adalah pembersihan lahan pemukiman dan perencanaan akses sanitasi bagi ratusan penghuni awal.

“Jadi sekali lagi bahwa tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Warga sipil adalah pihak yang tidak terlibat dalam konflik sehingga harus dilindungi, bukan justru menjadi korban,” tegas Lambert.

Keberhasilan program reintegrasi ini sangat bergantung pada intervensi pemerintah dalam penyediaan bantuan rumah layak huni dan sarana air bersih.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved