Sabtu, 25 April 2026

Kabupaten Jayapura

Bupati Jayapura Instruksikan OPD Prioritaskan Pengusaha OAP

​"Saya minta anak-anak datang dengan sopan, tunjukkan etika yang baik. Jangan datang dalam keadaan mabuk

Tayang:
zoom-inlihat foto Bupati Jayapura Instruksikan OPD Prioritaskan Pengusaha OAP
TribunPapua.com/Putri
Bupati Jayapura, Yunus Wonda. 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, SENTANI- Bupati Jayapura Yunus Wonda, menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk memberikan perhatian serius dan mengakomodir para pengusaha Orang Asli Papua (OAP).

Hal ini ditegaskan Bupati guna mendorong kemajuan ekonomi masyarakat lokal.

Bupati Yunus Wonda meminta para pemuda dan pengusaha OAP untuk proaktif berkomunikasi langsung dengan dinas-dinas terkait.

Baca juga: Buka Akses Konektivitas Wilayah Timur, Batik Air Resmi Beroperasi di Bandara Douw Aturure Nabire

Ia memberikan catatan keras mengenai pentingnya menjaga etika dan perilaku profesional saat berurusan dengan birokrasi.

​"Saya minta anak-anak datang dengan sopan, tunjukkan etika yang baik. Jangan datang dalam keadaan mabuk saat menemui Kepala Dinas. Jika kalian sopan, orang akan segan dan menghargai," tegas Yunus Wonda di Sentani, Kamis (23/4/2026).

​Ia menjelaskan kalau, dirinya telah memberikan tekanan dan arahan yang kuat kepada para Kepala Dinas agar memberikan ruang bagi pihak ketiga (pengusaha lokal).

Meski demikian, ia mengingatkan agar pemberian pekerjaan tersebut dilakukan atas dasar kompetensi, bukan sekadar rasa kasihan.

Ia menekankan kepada pengusaha sudah mendapatkan proyek di satu dinas dilarang mengambil proyek di dinas lain. 

"Jika seseorang mendapatkan lebih dari dua atau tiga paket pekerjaan, diharapkan berbagi dengan rekan sesama pengusaha lainnya agar semua pihak merasakan manfaatnya," ujar Yunus Wonda. 

Baca juga: Dorong Ekonomi Mandiri, Bupati Yampit Kucurkan Bantuan Modal bagi Pembudidaya Ikan di Paniai Barat

​Bupati mengaku sedih jika menemukan pengusaha OAP hanya meminjam perusahaan orang lain atau justru menjual paket pekerjaan yang telah diberikan.

​Lebih lanjut, Yunus Wonda berharap anak-anak Papua tidak terjebak dalam pola kerja instan.

Ia mendorong mereka untuk mulai mengelola perusahaan sendiri secara mandiri agar di masa depan mampu menangani proyek dengan skala yang lebih besar.

​"Saya mau anak-anak Papua harus maju dan berkembang. Urus perusahaan sendiri dengan baik. Jangan kerja instan kalau mau maju, supaya ke depan bisa mengerjakan hal-hal yang lebih besar lagi," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved