WPFD 2026
Komite Publisher Rights dan Komunitas Pers Peringati WPFD 2026 di Papua
Suprapto menjelaskan WPFD 2026 di Indonesia mengangkat tema “Pers Berkualitas Untuk Masa Depan Indonesia yang Damai dan Adil”.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/3-Mei-2026-Komite-Publisher-Rights.jpg)
Ringkasan Berita:
- Komite Publisher Rights menggelar World Press Freedom Day 2026 di Jayapura pada 4-5 Mei.
- Mengusung tema pers berkualitas untuk Indonesia damai, acara ini menyoroti perlindungan jurnalis dan keberlanjutan media di Papua.
- Rangkaian kegiatan meliputi seminar nasional hingga peningkatan kapasitas media, yang akan ditutup dengan "Deklarasi Jayapura" sebagai komitmen kebebasan pers nasional.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA - Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital Untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas atau Komite Publisher Rights bersama komunitas pers di Papua menggelar perayaan World Press Freedom Day (WPFD) atau Hari Kebebasan Pers Sedunia di Jayapura, Papua, pada 4-5 Mei 2026.
Ketua Komite Publisher Rights, Suprapto, mengatakan peringatan ini sekaligus sebagai momentum global untuk menegaskan pentingnya kebebasan pers, perlindungan jurnalis, serta keberlangsungan media independen dalam kehidupan demokrasi.
“Dalam konteks Indonesia, tantangan kebebasan pers tidak dapat dipisahkan dari isu keberlanjutan media, baik dari sisi ketahanan ekonomi perusahaan pers maupun keselamatan jurnalis,” ujar Suprapto melalui rilisnya, Minggu (3/5/2026).
Baca juga: Kode Keras Persiku Kudus: Siap Hadapi Persipura di Jayapura untuk Curi Poin
Suprapto menjelaskan WPFD 2026 di Indonesia mengangkat tema “Pers Berkualitas Untuk Masa Depan Indonesia yang Damai dan Adil”.
Tema ini, kata dia, menegaskan bahwa masa depan dunia, tidak terkecuali Papua, hanya dapat dicapai jika pers menghasilkan karya berkualitas, dengan jaminan untuk bekerja secara bebas dan berkelanjutan.
Sementara itu Anggota Komite Publisher Rights, Sasmito, menambahkan bahwa peringatan WPFD 2026 di Papua menegaskan bahwa kebebasan pers bukan hanya isu perkotaan atau pusat pemerintahan, tetapi merupakan hak fundamental seluruh warga negara di setiap wilayah Indonesia, termasuk di Tanah Papua.
Baca juga: Jamu Persiku Hari Ini Jadi Langkah Penentu Persipura ke Liga 1
Tak hanya itu, Papua merupakan wilayah dengan tantangan sosial, keamanan yang lebih tinggi, dan membutuhkan perhatian khusus dalam perlindungan jurnalis.
"Karena itu peringatan WPFD Indonesia menjadi kesempatan yang penting untuk memperkuat komitmen keselamatan kerja jurnalis, mendorong standar perlindungan pers nasional, memastikan ruang kerja media yang aman dan bebas intimidasi," tegas Sasmito.
Selain itu, Sasmito, menjelaskan terdapat sejumlah kegiatan dalam perayaan WPFD 2026 di Jayapura.
Baca juga: Momen Hardiknas, Mahasiswa Jayawijaya Tuntut Transparansi Beasiswa dan Perbaikan Pendidikan
Antara lain, seminar nasional tentang keberlanjutan dan kebebasan pers, forum berbagi pengalaman antarperusahaan pers dalam bekerja sama dengan platform digital, stakeholder meeting, peningkatan kapasitas jurnalis dan perusahaan media.
“Kegiatan-kegiatan yang kita gelar dalam rangkaian WPFD 2026 ini sejalan dengan mandat Komite Publisher Rights sebagaimana diatur dalam Perpres 32/2025,” ujar Sasmito.
Baca juga: Program Kampung Sehat di Kampung Aindua Dinilai Sangat Membantu, Warga Diminta Manfaatkan Layanan
Sebagai informasi kgiatan ini melibatkan komunitas pers di Papua, pemerintah provinsi, serta para pemangku kepentingan pers di tingkat nasional.
Perayaan WPFD 2026 nantinya ditutup dengan "Deklarasi Jayapura" yang berisi komitmen bersama tentang keberlanjutan dan kebebasan pers. (*)
TribunPapuaTengah.com
World Press Freedom Day (WPFD) 2026
Hari Kebebasan Pers Sedunia
Komite Publisher Rights
Komunitas Pers
Papua
Suprapto
WPFD 2026
| Kode Keras Persiku Kudus: Siap Hadapi Persipura di Jayapura untuk 'Curi' Poin |
|
|---|
| Jamu Persiku Hari Ini Jadi Langkah Penentu Persipura ke Liga 1 |
|
|---|
| Momen Hardiknas 2026 di SATP, Generasi Emas Papua Perlu Diselamatkan |
|
|---|
| Jaga Independensi Pers, Forum Pimred Papua Resmi Terbentuk |
|
|---|
| Penemuan Mayat di Jembatan Kilometer 9, Kapolres Mimika: Awalnya Laka Lantas Berujung Penganiayaan |
|
|---|