Rabu, 3 Juni 2026

Info Kota Sorong

Tenyata Ini Penyebab 1.003 Kasus TBC Ditemukan di Kota Sorong

Arif menyebut program ini bertujuan membangun kemandirian masyarakat agar mampu menjaga kualitas sanitasi secara swadaya. 

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Tenyata Ini Penyebab 1.003 Kasus TBC Ditemukan di Kota Sorong
TribunPapuaTengah.com/Tribun-Sorong
KUNJUNGAN - Hakli dan Pemkot Sorong melakukan kunjungan Ke Posyandu Matahari Rufei dan Rumah Penderita TB di Rufei, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (29/5/2026). Foto Tribun-Sorong 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Sorong mencatat 1.003 kasus TBC sepanjang 2025 akibat sanitasi buruk. 
  • Merespons hal ini, Pemkot bersama HAKLI mengubah strategi penanganan dengan fokus membenahi lingkungan. 
  • Sebanyak 43 kawasan kumuh kini diprioritaskan untuk perbaikan rumah sehat, sanitasi, dan air bersih guna memutus rantai penularan, karena pengobatan medis dinilai tidak cukup tanpa lingkungan yang sehat.

 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, SORONG - Ledakan kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, mendorong pemerintah setempat mengubah strategi penanganan dari sekadar pengobatan medis menjadi perbaikan sanitasi massal. 

Pemkot Sorong melakukan upaya ini setelah dinas kesehatan menemukan 1.003 kasus TBC sepanjang tahun 2025 yang dipicu oleh buruknya kondisi lingkungan permukiman.

Ketua Umum Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Arif Sumantri, menegaskan bahwa kesembuhan pasien TBC akan sia-sia jika mereka kembali ke rumah yang tidak sehat.

Menurutnya lingkungan lembap dan padat menjadi faktor utama bakteri TBC terus berkembang biak di wilayah Kota Sorong.

Baca juga: Meskipun Cuaca Mendung Sejak Pagi, BMKG Prediksi 18 Distrik di Kabupaten Mimika Berawan

Dinas terkait kini fokus memutus rantai penularan langsung dari sumbernya, yaitu rumah tinggal penduduk.

"Pasien yang sembuh harus kembali ke lingkungan yang sehat. Jika rumah dan lingkungan masih berisiko, potensi penularan atau munculnya kasus baru akan tetap tinggi," ujar Arif di Sorong,  Jumat (29/5/2026).

HAKLI saat ini berkolaborasi dengan Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) untuk mengedukasi warga mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Arif menyebut program ini bertujuan membangun kemandirian masyarakat agar mampu menjaga kualitas sanitasi secara swadaya. 

Baca juga: Neymar Comeback, Fans Timnas Brasil di Nabire Optimis Raih Gelar Keenam

Intervensi lingkungan dinilai sebagai cara paling efektif untuk menciptakan imunitas alami komunitas terhadap penyakit menular.

"Kami ingin warga menjadi pelaku utama dalam menjaga kebersihan lingkungan, bukan sekadar penerima program," tambah Arif.

Merespons kedaruratan ini, Pemkot Sorong mengintegrasikan program penataan permukiman ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024–2029.

Distrik Sorong Barat menjadi wilayah prioritas utama karena memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi dan keterbatasan infrastruktur dasar.

Baca juga: Warga Nabire Ini Prediksi Dua Tim Raksasa Eropa Dominasi Juara Piala Dunia 2026

Sementara itu, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menyatakan bahwa pihaknya telah memetakan puluhan lokasi yang membutuhkan intervensi fisik segera.

Pemkot menggerakkan beberapa Perangkat Daerah (PD) sekaligus untuk mempercepat penyediaan air bersih dan fasilitas sanitasi yang layak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved