Senin, 18 Mei 2026

YPMAK

YPMAK Dorong Pengembangan Usaha Minyak Kelapa Murni di Kampung Uta

Dukungan ini diberikan setelah tim YPMAK melihat langsung potensi usaha rumahan tersebut saat kunjungan kerja.

Tayang:
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto YPMAK Dorong Pengembangan Usaha Minyak Kelapa Murni di Kampung Uta
Tribun-PapuaTengah.com/Marselinus Lela
MINYAK KELAPA MURNI- Usaha minyak kelapa murni atau Virgon Coconut Oil (VCO) milik mama-mama di Kampung Uta, Mimika Barat Tengah, Mimika, Papua Tengah. Foto: Tribun-PapuaTengah.com/Marselinus Lela 

Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA- Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) mendukung pengembangan usaha minyak kelapa murni (VCO) di Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Tengah.

Dukungan ini diberikan setelah tim YPMAK melihat langsung potensi usaha rumahan tersebut saat kunjungan kerja.

Usaha minyak kelapa murni atau Virgon Coconut Oil (VCO) milik  mama-mama tersebut telah dilihat langsung oleh tim YPMAK saat kunjungan kerja dan pres tour beberapa waktu lalu.

Baca juga: Konflik Pilkada Puncak Jaya Memanas, Puluhan Warga Luka-Luka, OPM Diduga Terlibat

Adapun rombongan yang ikut dalam kunjungan tersebut yaitu, Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, Wakil Ketua Pengurus Bidang Monev, Haotje Watori, Pejabat Sementara Divisi Program Ekonomi, Oktovianus Jangkup, Deputi Bidang Monev, Fransiskus Xaverius Wanmang.

Selanjutnya Kepala Divisi Monev Program Ekonomi, Monika Maramku, Kepala Divisi Humas YPMAK, Yeremias Imbiri dan tokoh masyarakat dan tokoh pemuda suku Kamoro.

Baca juga: Kepala Suku Assotipo Laporkan Pansel DPRK- DPR Papua Pegunungan ke Hukum karena Diabaikan

Meski usaha ini masih berstatus usaha rumahan tetapi produk ini sudah banyak diperjual belikan oleh masyarakat yang datang di Kampung Uta.

Satu dari sekian pengusaha VCO, Amalia Orawepoko, menjelaskan bahwa usaha ini telah berjalan sejak 2015 dan memanfaatkan kelimpahan kelapa di Kampung Uta.

Diketahui, VCO hasil produksi mereka memiliki beragam manfaat untuk kesehatan dan kecantikan.

Produk VCO dijual dalam dua ukuran: 600 ml seharga Rp 200.000 dan 330 ml seharga Rp 100.000.

Baca juga: Kebangkitan Rohani di Mimika: KKR Akbar Sambut Pembaruan Papua Tengah

Para pengusaha VCO berharap YPMAK dapat membantu mengembangkan usaha mereka, yang juga akan berdampak pada perekonomian Kampung Uta.

"Kami harap usaha ini berkembang dibantu dengan YPMAK. ini juga untuk mengembangkan ekonomi di Kampung Uta," harap Amalia.

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menyatakan komitmen untuk membantu pengembangan usaha VCO ini.

Baca juga: Konflik Taksi Bandara Mozes Kilangin Kembali Memanas: Pengemudi Maxim Dilarang Jemput Ibu Kandung

Leonardus Tumuka menambahkan, bahwa YPMAK akan mendorong agar usaha VCO ini dapat berkembang, dan juga akan membantu untuk pengurusan izin BPOM.

"Kami sudah dengar infomasi produksi minyak kelapa murni hingga pada tahap rencana bekerja sama dengan BPOM untuk dikaji tetapi ada kendala sedikit waktu itu," terangnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved