Info Mimika
Ungkapan Hati Wabub Mimika Emanuel Kemong Saat Apel Perdana: Rakyat Rindu Perubahan
Wabup Kemong pun menyayangkan, di tempat yang kaya sepeti ini masih ada yang masyarakat yang sakit seperti stunting dan lainnya.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/8-April-2025-get-apelll.jpg)
Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Wakil Bupati Mimika, Emanuel kemong menyampaikan kepada seluruh ASN dan honorer di lingkup Pemkab setempat, bahwa ia dan Bupati Johannes Rettob, berdiri di sini karena dipilih oleh rakyat.
Hal itu disampaikan Kemong saat apel pagi perdana yan berlangsung di halaman Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Timika, Mimika, Papua Tengah, Selasa (8/4/2025).
"Rakyat akar rumput yang selama tidak dapat tempat yang baik di negerinya sendiri sehingga mereka memilih kami menjadi kepala daerah,"ucapnya.
Wabup Kemong menilai, rakyat Mimika selama ini terpinggirkan oleh pembagunan.
Baca juga: 100 Hari Kerja, Bupati Mimika Fokus Benahi Birokrasi: Yang Malas Kerja, Silakan Ajukan Surat!
Padahal, daerah ini dikenal khalayak berada di tempat mewah dan banyak uang.
"Kita punya banyak uang yang dikelola tapi sayangnya selama itu tidak sampai di kampung. Selama ini jiga kita tidak membawa harapan masyarakat,"akunya.
Ia juga mengaku, bahwa baru pertama kali dirinya ada di tempat ini, dan sebelumnya sama sekali tidak ingin untuk berdiri di sini.
"Saya tidak tahu karena ini mungkin rencana Tuhan untuk kita bersama memperbaiki Kabupaten Mimika," ungkapnya.
Sejak 2015 silam, kata Wabup Kemong, ia pulang kampung ke Agimuga setelah bekerja di YPMAK.
"Saya pulang karena saya lihat pembangunan sudah baik tetapi ternyata semua berjalan di tempat. Masyarakat hidup masih sama saja dan tak ada perubahan,"akunya lagi.
"Kami ada di sini artinya kita jalan bersama bergandengan tangan bekerja keras untuk masyarakat yang merindukan sebuah perubahan," timpalnya.
Baca juga: Jangan Keseringan di Kota, Bupati Mimika Ultimatum Kepala Distrik untuk Layani Warga di Wilayahnya
Wabup Kemong pun menyayangkan, di tempat yang kaya sepeti ini masih ada yang masyarakat yang sakit seperti stunting dan lainnya.
"Sebenarnya siapa yang salah. Coba semua renungkan padahal APBD besar tapi masyatakat hidup masih susah,"tuturnya.
Lantas, menurut dia, ia dan Bupati Rettob akan bekerja sesuai visi misi yakni membangun mulai dari kampung ke kota.
"Saya harap semua pegawai disiplin. Saya juga ingin berkantor untuk mendengar semua cerita yang ada di Kabupaten Mimika," pungkasnya. (*)
| Bappeda Mimika Susun Skala Prioritas Pembangunan 2026, Didominasi Infrastruktur Dasar |
|
|---|
| Sampah Pasar Sentral Membludak, Disperindag Mimika: Ini Bukan Hanya dari Pedagang |
|
|---|
| Wabup Mimika Beri Deadline Sepekan: Pejabat Lama Wajib Balikkan Mobil Dinas atau Sanksi Menanti |
|
|---|
| Proyek Perpustakaan SMPN Jila Dipastikan Rampung 100 Persen, Rettob: Kontraktor Tetap Disanksi! |
|
|---|
| Sekelompok Warga Lakukan Pemalakan dan Penyanderaan Terhadap Pengunjung di Kali Wania Timika |
|
|---|