OPM Bantai 11 Warga di Yahukimo
UPDATE: 11 Jenazah Korban KKB di Yahukimo Ditemukan, Evakuasi Terus Bergulir
Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari RS Bhayangkara Jayapura dan RSUD Dekai telah melakukan otopsi terhadap tiga jenazah.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/13-April-2025-Evak-sajaaa.jpg)
Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, YAHUKIMO- Aparat gabungan terus melakukan upaya evakuasi terhadap jenazah para korban pembunuhan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Hingga Sabtu (12/4/2025), total 11 jenazah masyarakat sipil pendulang emas telah ditemukan dengan rincian lokasi dan status evakuasi sebagai berikut:
Satu jenazah di Kabupaten Pegunungan Bintang, telah dievakuasi ke RSUD Kabupaten Boven Digoel.
Dua jenazah di Camp 22, telah dievakuasi ke RSUD Dekai.
Satu jenazah di Muara Kum, telah dievakuasi ke RSUD Dekai.
Lima jenazah di dua titik Kampung Binki, proses evakuasi sedang berlangsung.
Dua jenazah di Tanjung Pamali, evakuasi dilakukan hari ini setelah tim bermalam di lokasi.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari RS Bhayangkara Jayapura dan RSUD Dekai telah melakukan otopsi terhadap tiga jenazah.
Baca juga: Jenazah Korban KKB di Yahukimo Membusuk, Keluarga Diharapkan Segera Bertindak
Hasil identifikasi berhasil mengenali dua korban, yaitu Wawan dari Camp 22 dan Stenli dari Muara Kum.
Satu jenazah lainnya dari lokasi yang sama masih dalam proses pencocokan data antemortem.
Pihak berwenang mengimbau keluarga korban untuk segera melakukan penjemputan jenazah.
Jika tidak ada keluarga yang menjemput dalam waktu dekat, jenazah akan dimakamkan di Yahukimo mengingat kondisinya yang terus memburuk.
Di sisi lain, tim gabungan juga berhasil menyelamatkan pasangan suami istri, Kepala Dusun Muara Kum, Daniel Nabyal dan istrinya, Makdalena Olivia Masela alias Gebi.
Keduanya sempat disandera oleh KKB namun dibebaskan setelah dua hari karena Daniel merupakan warga asli Papua, Yahukimo.
Baca juga: Pasca-Penyerangan di Yahukimo, 1 Pendulang Emas di Pegunungan Bintang Tewas Diserang KKB