OPM Bantai 11 Warga di Yahukimo
TNI Bantah Korban Pembantaian di Yahukimo Anggota, Ungkap Propaganda OPM
Menanggapi klaim yang beredar bahwa korban merupakan anggota TNI, Candra Kurniawan dengan tegas membantahnya.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA- Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Candra Kurniawan, menyatakan bahwa pihaknya tengah mendalami laporan mengenai aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau yang disebut sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang diduga telah membunuh sejumlah warga sipil berprofesi sebagai pendulang di Distrik Suntamon, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Selasa (8/4/2025).
Keterbatasan akses komunikasi menjadi kendala dalam memverifikasi informasi secara utuh hingga saat ini, Rabu (9/4/2025).
Baca juga: Jaga Ilaga Tetap Damai, Tokoh Masyarakat dan Kepala Kampung Tagaloa Ajak Semua Pihak Bersinergi
Berdasarkan keterangan dari beberapa pendulang yang berhasil mengungsi, terkonfirmasi bahwa sejumlah warga sipil yang berprofesi sebagai pendulang menjadi korban penyerangan oleh OPM di Distrik Suntamon, Yahukimo.
Kendati demikian, jumlah korban meninggal maupun luka-luka belum dapat dipastikan.
Menanggapi klaim yang beredar bahwa korban merupakan anggota TNI, Candra Kurniawan dengan tegas membantahnya.
"Tidak ada Prajurit TNI yang berprofesi sebagai pendulang, sehingga dapat dipastikan korban bukan prajurit TNI karena memang tidak ada personel TNI di lokasi tersebut,"jelasnya, Rabu malam.
Baca juga: Teror OPM di Yahukimo: Beberapa Pekerja Tambang Tewas, Puluhan Lainnya Selamat dan Hilang
Lebih lanjut, mantan Dandim Boven Digoel itu, menegaskan bahwa klaim tersebut merupakan propaganda yang sengaja disebarkan oleh OPM dan simpatisannya.
"Pemberitaan bohong bahwa korban adalah prajurit TNI adalah upaya propaganda OPM untuk mencari pembenaran atas tindakan biadab mereka membunuh warga sipil,"tuturnya.
"Tindakan ini jelas merupakan pelanggaran HAM berat dan menunjukkan OPM sebagai penjahat kemanusiaan,"timpalnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.