Info Papua
Bakar Batu: Api Kebersamaan yang Hangatkan Jati Diri Masyarakat Adat Papua
Salah satu tradisi yang lestari adalah bakar batu, sebuah ritual memasak bersama yang jauh melampaui urusan perut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/22-April-2025-Tradis-bakar.jpg)
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, WAMENA-Di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, masyarakat adat Papua tetap teguh memegang warisan budaya yang menjadi identitasnya.
Salah satu tradisi yang lestari adalah bakar batu, sebuah ritual memasak bersama yang jauh melampaui urusan perut.
Ia adalah perwujudan nilai-nilai sosial, filosofis, spiritual, dan bahkan politis yang mendalam.
Dikenal dengan beragam sebutan di berbagai suku, seperti Lago Lakwi (Lani/Dani), Barapen (Biak), Duwa Gapii (Mee), hingga Kit Oba Isago (Wamena), tradisi ini mempersatukan komunitas dalam momen kebersamaan yang sarat makna.
Baca juga: HDII Papua dan Pemkot Jayapura Bersinergi Kembangkan Desain Interior Berbasis Kearifan Lokal
Prosesinya melibatkan persiapan bahan makanan hingga pembakaran batu yang digunakan untuk memanggang daging, ubi, dan sayuran di dalam lubang tanah yang dialasi daun pisang.
Simbol Solidaritas dan Keadilan yang Terasa
Dalam setiap pelaksanaan bakar batu, keadilan dan solidaritas menjadi inti.
Pembagian makanan dilakukan secara merata, dimulai dari pemimpin suku hingga seluruh anggota masyarakat tanpa memandang status.
Baca juga: BMP-RI Papua Ulurkan Tangan, Bantu Warga Koya Tengah Lewat Bakti Sosial di Gereja Santo Petrus
Bahkan, di kalangan komunitas Muslim Papua, daging babi diganti dengan ayam atau domba, mencerminkan fleksibilitas budaya dalam menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman.
"Bakar batu bukan sekadar upacara memasak. Ia adalah cerminan kehidupan harmonis masyarakat Papua," ungkap Tokoh Muda Gereja-Gereja Injili di Tanah Papua, Yosua Noak Douw, ihwal tradisi bakar batu, Selasa (22/4/2025).
Ritual dengan Kekuatan Spiritualitas
Tradisi ini juga mengandung makna religius yang kuat. Ungkapan syukur atas hasil panen, terciptanya perdamaian, kelahiran, hingga pernikahan diwujudkan melalui ritual ini.
Dalam konteks politik lokal pun, bakar batu seringkali menjadi wadah komunikasi antara pemimpin dan rakyat, tempat berbagi nasihat dan harapan sambil menanti hidangan matang.
Potensi Wisata Budaya yang Memukau
Lulusan Doktor Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, itu juga menekankan bahwa bakar batu memiliki potensi wisata yang besar.
TribunPapuaTengah.com
bakar batu
masyarakat adat Papua
Barapen
Lago Lakwi
Duwa Gapi
Kit Oba Isago
warisan budaya
Yosua Noak Douw
Uncen Jayapura
Galeri Indonesia Kaya
| Korem 173/PVB Temukan Senjata Api di Markas WNA China di Kawasan Wadio Nabire |
|
|---|
| Konflik Dogiyai Papua Tengah, 4 Polisi Diberhentikan Tidak Dengan Hormat |
|
|---|
| Aliansi Pemuda Anti Korupsi Papua Selatan Laporkan Dugaan Korupsi Wagub Papsel ke KPK |
|
|---|
| Polda Papua Tengah Tangkap Pemuda Bernama Oktovianus Douw, Keluarga Menunggu Alasannya |
|
|---|
| Mahasiswa Papua di Malang Desak Penarikan Militer dan Pengusutan Pelanggaran HAM di Tanah Papua |
|
|---|