Selasa, 19 Mei 2026

Info YPMAK

YPMAK dan Dinkes Mimika Perkuat Sinergi dan Sinkronisasi Data Program Kampung Sehat

Leo berharap dengan semakin baiknya sistem pelayanan kesehatan serta perkembangan teknologi, masyarakat bisa meninggalkan pengobatan alternatif....

Tayang:
zoom-inlihat foto YPMAK dan Dinkes Mimika Perkuat Sinergi dan Sinkronisasi Data Program Kampung Sehat
Tribun-PapuaTengah.com/Feronike
FOTO BERSAMA- Kegiatan peningkatan kapasitas 3 mitra lokal YPMAK tentang sistem pencatatan pelaporan dan sinkronisasi data program kampung sehat, Selasa (10/6/2025). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere 

TEIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) gandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika perkuat sinergitas untuk menjalankan program kampung sehat.

YPMAK bermitra dengan dengan 3 yayasan yaitu, Yayasan Ekologi Papua, Yayasan Rumsram, dan Yayasan Papua Lestari (Yapari) untuk menjalankan program kampung sehat.

Baca juga: Satgas Operasi Damai Cartenz Akui Tembak Mati Satu Anak Buah Egianus Kogoya di Wamena

Dimana, nantinya peserta akan dilatih dalam melakukan pendataan kampung sehat program YPMAK

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka menuturkan, dengan adanya peningkatan kapasitas ini maka penyusunan laporan pendataan tersinkron antara YPMAK dan pemerintah.

Lanjutnya, YPMAK mengapresiasi adanya kerjasama positif antara pemerintah agar terus mendorong adanya langkah-langkah pelayanan kesehatan masyarakat.

"Dengan adanya data yang tersinkron, sistem yang baik dilandasi dengan SDM yang terlatih, ini akan sangat membantu proses pendataan sehingga membantu kita semua baik dari pemerintah daerah dan kami YPMAK dalam pengambilan keputusan-keputusan,"ucap Leonardus Tumuka, Selasa (10/6/2025) di Hotel Swiss Belinn Timika.

Leo berharap dengan semakin baiknya sistem pelayanan kesehatan serta perkembangan teknologi, masyarakat bisa meninggalkan pengobatan alternatif seperti mengandalkan dukun. 

Dirinya mengajak masyarakat jangan lagi mengandalkan kepercayaan terhadap kutukan sebagai penyebab penyakit,” ungkapnya.

Baca juga: TPNPB-OPM Jadi Korban Penembakan Aparat di Wamena, Begini Kata Pembela HAM Theo Hesegem

Lanjutnya, masyarakat di kampung-kampung perlu diberi pemahaman terkait pentingnya perlindungan kesehatan. 

Masyarakat harus mencari Pustu, klinik, rumah sakit dan layanan kesehatan lainnya untuk mendapatkan pengobatan. 

“Kalau kita sudah punya tenaga kesehatan, prioritaskan itu, jangan menggunakan dukun atau apapun sebagai jalan keluar untuk menyembuhkan masyarakat," tegas Leonardus. 

Baca juga: Pemprov Papua Tengah Bakal Ambil Alih SMA Negeri Meepago Jadikan Sekolah Unggulan

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Mimika, Lenni Silas mengatakan, penguatan sistem pencatatan pelaporan dan sinkronisasi data sangat mendukung upaya layanan masyarakat terutama layanan dasar. 

Layanan dasar tersebut berupa pelayanan siklus hidup yaitu dari ibu hamil, balita, anak sekolah, usia remaja, usia produktif hingga lansia. Selain itu, program didalamnya juga termasuk program TB, HIV, dan juga malaria. 

Baca juga: Papua Tengah Serius Benahi Pendidikan, Gubernur Nawipa Dorong Literasi dan PAUD Berkualitas

"Sistem pencatatannya harus diperkuat juga dilaporkan. Dengan adanya data ini pemerintah bisa mengambil kebijakan, program apa yang tepat untuk penyelesaian masalah kesehatan yang ada di masing-masing wilayah," ujarnya.

Ia berharap keterlibatan masyarakat dalam pelayanan kesehatan dan semua sektor sehingga hasilnya maksimal. Apalagi wilayah di kabupaten Mimika memiliki geografis yang berbeda-beda sehingga memerlukan akses yang berbeda-beda juga dalam mendapatkan layanan kesehatan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved