Selasa, 19 Mei 2026

Info Pasar

Stok Terbatas, Harga Melejit: Daging Babi di Timika Sentuh Rp200 Ribu!

Anto, salah satu pedagang daging babi, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini terjadi karena harga dari peternak juga meningkat. 

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Stok Terbatas, Harga Melejit: Daging Babi di Timika Sentuh Rp200 Ribu!
Tribun-PapuaTengah.com/Feronike Rumere
HARGA DAGING BABI MELONJAK- Para Pedagang Daging Babi di Lapak Daging Babi, Pasar Baru Central Mimika, Provinsi Papua Tengah. pada Rabu (11/6/2025). Foto; Feronike Rumere/ Tribun-PapuaTengah. com 

Laporan Wartawan Tribun-PapuaTengah.com, Feronike Rumere 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA- Harga daging babi di Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengalami kenaikan signifikan, yakni mencapai Rp200.000 per kilogram.

Sebelumnya, harga daging babi berkisar antara Rp120.000 hingga Rp150.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan Tribun-PapuaTengah.com pada Rabu (11/6/2025), di Pasar Baru yang merupakan Pasar Sentral Timika, kenaikan harga ini cukup mengejutkan pembeli.

Baca juga: Mahasiswa Papua Barat Daya Siap Demo di Jayapura, Selamatkan Raja Ampat dari Cengkeraman Tambang

Anto, salah satu pedagang daging babi, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini terjadi karena harga dari peternak juga meningkat. 

"Kalau kami beli dari peternak dengan harga tinggi, terus kami jual dengan harga yang sama, kami rugi. Apalagi sekarang peternak babi sedikit, pembeli pun sepi setelah jam 12 siang," ungkapnya.

Sementara itu, Lince, pedagang daging babi lainnya, menambahkan bahwa ia juga menjual bagian hati, paru, dan jantung babi.

"Harga babi per iris (setengah kilo) Rp100.000. Untuk bagian jeroan seperti jantung, paru, dan hati, saya beli Rp100.000 dari pemasok, lalu saya bagi dan jual Rp50.000 per tumpukan," jelasnya.

Baca juga: KM Sabuk Nusantara 81 Segera Tiba di Nabire, Catat Tanggalnya!

Menurut Lince, kenaikan harga ini disebabkan oleh keterbatasan stok babi dan berkurangnya jumlah peternak dibandingkan tahun sebelumnya.

"Mungkin ini dampak dari penyakit menular pada babi tahun lalu yang menyebabkan banyak babi mati. Sekarang peternak babi sedikit, makanya daging babi mahal,"sebutnya.

Lince juga menginformasikan bahwa ia dan beberapa pedagang daging babi lainnya telah berpindah ke lokasi penjualan yang baru, tidak jauh dari tempat sebelumnya.

"Kami sudah disediakan lapak oleh Dinas Peternakan Mimika, masing-masing terdiri dari delapan orang per petak meja," ucapnya.

Baca juga: Verifikasi Lapangan: YPMAK Selangkah Lagi Raih Gold CSR dan PDB Award 2025

Meski harga naik, Lince bersyukur karena setiap hari masih ada pembeli, meskipun tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

"Harapan kami, harga babi bisa kembali normal sehingga daya beli masyarakat tinggi dan masyarakat tidak mengeluh. Kasihan kami berjualan seperti ini dan pembeli sepi," tandas Lince. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved