Jumat, 17 April 2026

PMI Kabupaten Mimika

Johannes Rettob Jabat Ketua PMI Kabupaten Mimika Periode 2025-2030

"Kita pekerja sosial, jangan berpikir dan berharap sesuatu dari itu. Tetap kita bekerja untuk kemanusiaan kita. Kita jalan, tidak

Tayang: | Diperbarui:
zoom-inlihat foto Johannes Rettob Jabat Ketua PMI Kabupaten Mimika Periode 2025-2030
Tribun-PapuaTengah.com/Feronike
PMI KABUPATEN MIMIKA- Pelantikan pengurus PMI diselenggarakan di Hotel Horison Ultima, Jalan Hasanudin, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (19/7/2025). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Bupati Mimika, Johannes Rettob kembali terpilih menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mimika periode 2025-2030

Johannes mengungkapkan kalau pihaknya akan bekerja dengan hati nurani dan berjiwa sosial. 

Baca juga: Tim Gabungan Amankan 67 Liter Sopi Dibawa Penumpang KM Tatamailau di Pomako

Pemilihan Ketua PMI juga dihadiri oleh Wabup, Emanuel Kemong, Forkopimpda, dan kader PMI lainnya.

Pelantikan pengurus PMI diselenggarakan di Hotel Horison Ultima, Jalan Hasanudin, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (19/7/2025). 

Pelantikan pengurus PMI Mimika dipimpin oleh Ketua PMI Provinsi Papua, Zakius Degei. 

Johannes Rettob pada kesempatan itu mengingatkan anggota baru dilantik untuk bekerja dengan hati nurani, berjiwa sosial tanpa memikirkan sesuatu di baliknya. 

Baca juga: Bupati Rettob Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Mimika

"Kita pekerja sosial, jangan berpikir dan berharap sesuatu dari itu. Tetap kita bekerja untuk kemanusiaan kita. Kita jalan, tidak ada pikiran-pikiran lain dalam kepengurusan PMI ini," ujarnya.

Johannes Rettob, kembali terpilih menjadi ketua PMI setelah sebelumnya mengundurkan diri dengan alasan menjaga netralitas saat ikut berkompetisi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lalu. 

Baca juga: Rakyat Papua Tengah Perlu Tahu Kemana Arah Dana Otsus, Anis Labene: Transparansi Itu Penting

Johannes mengatakan, PMI hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi baik saat bencana alam, konflik sosial, maupun kebutuhan pelayanan darah dan kegiatan kemanusiaan lainnya. 

Ia melihat bahwa PMI sangat dibutuhkan di Kabupaten Mimika menumbuhkan komitmentnya untuk membangun unit donor darah. 

Baca juga: SMA Negeri 6 Mimika Klarifikasi Soal Surat Izin Meliput Pengadaan Laptop Chromebook

"Masyarakat di Timika sangat susah kalau orang butuh darah. Masyarakat kalau ada sesuatu telpon palang merah dan PMI tidak ada darah, kemudian kalau ada masalah, palang merah disalahkan," kata Johannes Rettob

Ia menyebut, pembangunan gedung donor darah di Timika harus berstandar kesehatan dengan visi-misi kemanusiaan, aktif melakukan aksi-aksi donor darah, sehingga stok darah terus tersedia untuk kemudian diserahkan ke rumah sakit.

Baca juga: Dorong Transparansi Keuangan Daerah, Bapperida Papua Tengah Evaluasi APBD Paniai 2024

Lanjutnya, kalau itu tercapai maka, gedung donor darah Kabupaten Mimika bisa bagikan darah ke rumah sakit maupun tempat lain membutuhkan," tambahnya. 

Johannes Rettob juga mengapresiasi perkembangan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah. Sudah banyak sekolah yang aktif melakukan pembinaan.

Baca juga: Internet Sampai Pelosok: SMK 1 Madi Paniai Kini Terkoneksi Jaringan Optik

Menurutnya, pembinaan itu penting untuk memperkenalkan nilai kemanusiaan kepada siswa sejak dini,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved