PMI Kabupaten Mimika
Johannes Rettob Jabat Ketua PMI Kabupaten Mimika Periode 2025-2030
"Kita pekerja sosial, jangan berpikir dan berharap sesuatu dari itu. Tetap kita bekerja untuk kemanusiaan kita. Kita jalan, tidak
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/PMI-Mimika.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Bupati Mimika, Johannes Rettob kembali terpilih menjadi Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mimika periode 2025-2030
Johannes mengungkapkan kalau pihaknya akan bekerja dengan hati nurani dan berjiwa sosial.
Baca juga: Tim Gabungan Amankan 67 Liter Sopi Dibawa Penumpang KM Tatamailau di Pomako
Pemilihan Ketua PMI juga dihadiri oleh Wabup, Emanuel Kemong, Forkopimpda, dan kader PMI lainnya.
Pelantikan pengurus PMI diselenggarakan di Hotel Horison Ultima, Jalan Hasanudin, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (19/7/2025).
Pelantikan pengurus PMI Mimika dipimpin oleh Ketua PMI Provinsi Papua, Zakius Degei.
Johannes Rettob pada kesempatan itu mengingatkan anggota baru dilantik untuk bekerja dengan hati nurani, berjiwa sosial tanpa memikirkan sesuatu di baliknya.
Baca juga: Bupati Rettob Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan di Mimika
"Kita pekerja sosial, jangan berpikir dan berharap sesuatu dari itu. Tetap kita bekerja untuk kemanusiaan kita. Kita jalan, tidak ada pikiran-pikiran lain dalam kepengurusan PMI ini," ujarnya.
Johannes Rettob, kembali terpilih menjadi ketua PMI setelah sebelumnya mengundurkan diri dengan alasan menjaga netralitas saat ikut berkompetisi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 lalu.
Baca juga: Rakyat Papua Tengah Perlu Tahu Kemana Arah Dana Otsus, Anis Labene: Transparansi Itu Penting
Johannes mengatakan, PMI hadir di tengah masyarakat dalam berbagai kondisi baik saat bencana alam, konflik sosial, maupun kebutuhan pelayanan darah dan kegiatan kemanusiaan lainnya.
Ia melihat bahwa PMI sangat dibutuhkan di Kabupaten Mimika menumbuhkan komitmentnya untuk membangun unit donor darah.
Baca juga: SMA Negeri 6 Mimika Klarifikasi Soal Surat Izin Meliput Pengadaan Laptop Chromebook
"Masyarakat di Timika sangat susah kalau orang butuh darah. Masyarakat kalau ada sesuatu telpon palang merah dan PMI tidak ada darah, kemudian kalau ada masalah, palang merah disalahkan," kata Johannes Rettob.
Ia menyebut, pembangunan gedung donor darah di Timika harus berstandar kesehatan dengan visi-misi kemanusiaan, aktif melakukan aksi-aksi donor darah, sehingga stok darah terus tersedia untuk kemudian diserahkan ke rumah sakit.
Baca juga: Dorong Transparansi Keuangan Daerah, Bapperida Papua Tengah Evaluasi APBD Paniai 2024
Lanjutnya, kalau itu tercapai maka, gedung donor darah Kabupaten Mimika bisa bagikan darah ke rumah sakit maupun tempat lain membutuhkan," tambahnya.
Johannes Rettob juga mengapresiasi perkembangan Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah. Sudah banyak sekolah yang aktif melakukan pembinaan.
Baca juga: Internet Sampai Pelosok: SMK 1 Madi Paniai Kini Terkoneksi Jaringan Optik
Menurutnya, pembinaan itu penting untuk memperkenalkan nilai kemanusiaan kepada siswa sejak dini,” pungkasnya. (*)
TribunPapuaTengah.com
Provinsi Papua Tengah
Kabupaten Mimika
PMI Kabupaten Mimika
Bupati Mimika Johannes Rettob
Johannes Rettob
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong
| Uskup Keuskupan Timika Ajak Semua Pihak Dukung Pendidikan di Papua Tengah |
|
|---|
| Ketua TP-PKK Kabupaten Puncak Raih 2 Penghargaan Bergengsi The Change Maker Awards 2026 Bali |
|
|---|
| Tragedi Penyerangan di Kabupaten Puncak, 8 Warga Sipil Tewas dan Anak 5 Tahun Jadi Korban Tembakan |
|
|---|
| Sedang Patroli, Personel Satgas Damai Cartenz Malah Kontak Tembak Dengan KKB di Yahukimo |
|
|---|
| Pusat Pemerintahan Baru di Distrik Gome Siap Dibangun Ditandasi Dengan Pemkab Pelepasan Hak Ulayat |
|
|---|