Prajurit TNI Gugur di Intan Jaya
Diiringi Upacara Militer, Pratu Yahya Dimakamkan di Dekat Rumah Keluarga
Ratusan warga turut hadir dalam upacara, memberikan penghormatan kepada putra daerah yang mengabdikan hidupnya sebagai prajurit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/10-Agustus-2024-Militer-terakhir.jpg)
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, BANJARMASIN- Suasana haru menyelimuti upacara pemakaman militer Pratu Yahya yang gugur dalam tugas negara.
Diketahui, prajurit TNI asal Desa Patih Muhur Baru, Kecamatan Anjir Muara, Batola, Kabupate Barito Kuala, Kalimantan Selatan ini, gugur saat menjalankan tugas di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Jumat (8/8)/2025 sekitar pukul 10.05 WIT.
Yahya dikabarkan meninggal dunia akibat kontak tembak antara TNI dengan anggota Organiasasi Papua Merdeka (OPM).
Prosesi penghormatan terakhir berlangsung di depan rumah duka, Desa Patih Muhur Baru, Kecamatan Anjir Muara, Batola, Minggu (10/8/2025).
Baca juga: Isak Haru Iringi Pemakaman Pratu Yahya, Ciuman Terakhir Sang Ibu Bikin Pingsan
Komandan Kodim 1005/Batola, Letkol Infanteri Andika Suseno, memimpin langsung upacara yang berlangsung khidmat tersebut.
Ratusan warga turut hadir dalam upacara, memberikan penghormatan kepada putra daerah yang mengabdikan hidupnya sebagai prajurit.
Suseno menjelaskan bahwa Pratu Yahya berhak dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan.
Namun, pihak keluarga meminta agar Pratu Yahya dimakamkan di pemakaman keluarga.
"Kami menghormati permintaan keluarga," ujar Suseno.
"Kami harap semua pihak keluarga, teman, dan tetangga menerima ini sebagai konsekuensi seorang prajurit dalam menjalankan tugasnya,"timpalnya.
Baca juga: Kontak Tembak di Intan Jaya, Satu Prajurit TNI Dikabarkan Gugur
Permintaan keluarga ini dipilih agar mereka dapat dengan mudah menengok makam Pratu Yahya.
"Memang bagusnya di sana, tapi kalau di sini dekat dengan rumah bisa kita tengok hari-hari," kata Dariansyah, ayah Pratu Yahya, dengan tegar.
Derap langkah pasukan dan suara tangis pecah mengiringi penurunan jenazah ke liang lahat.
Pratu Yahya kini beristirahat dengan damai di tanah kelahirannya, dikenang sebagai pahlawan bangsa. (*)
Artikel ini telah ditayangkan di Banjarmasinpost.co.id