Senin, 18 Mei 2026

Info BBM di Papua

Energi di Tanah Papua Aman Selama Nataru: Tim Posko Nasional ESDM Jamin Stok BBM-Listrik Melimpah

Stok BBM di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Jayapura berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan hingga 15 hari ke depan.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Energi di Tanah Papua Aman Selama Nataru: Tim Posko Nasional ESDM Jamin Stok BBM-Listrik Melimpah
Tribunnews.com/Lidya Salmah
SAFARI NATARU- Ketua Tim Posko Nataru Sektor ESDM, Erika Retnowati dan rombongan saat meninjau Gardu Induk Skyland, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (27/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Tim Posko Nataru ESDM, Erika Retnowati, menjamin stok BBM dan listrik di Papua aman selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. 
  • Hasil monitoring di Jayapura menunjukkan cadangan listrik mencapai 48 persen dan stok BBM di terminal cukup untuk 15 hari. 
  • Pemerintah juga memastikan kelancaran program BBM Satu Harga serta menyiapkan anggaran setengah triliun rupiah untuk melistriki 128 kampung di Papua.

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA– Ketua Tim Posko Nataru Sektor ESDM, Erika Retnowati memastikan ketersediaan energi, baik bahan bakar minyak (BBM) maupun listrik, dalam kondisi aman dan terkendali selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026  (Nataru) di Tanah Papua.

Kepastian tersebut diperoleh setelah tim menyelesaikan rangkaian pemantauan dalam Safari Natari langsung pada infrastruktur energi strategis di Kota Jayapura dan sekitarnya, Sabtu (27/12/2025).

Baca juga: Saat Stok Ternak di Mimika Kembali Melimpah, Harga Daging Babi Turun ke Rp150 Ribu Per Kg

Moniitoring Ketua Tim Posko Sektor ESDM turut didampingi Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, Alimuddin Baso, GM PLN UIW Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani Umar dan EGM Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo.

“Alhamdulillah, hari ini kami dari Tim Posko Nasional Sektor ESDM sudah menyelesaikan tugas monitoring ketersediaan energi khususnya di Papua,” ujar Erika usai mengunjungi Gardu Induk Skyland, Kota Jayapura, Papua,

Tim mengawali pengecekan pada penyaluran BBM satu harga di wilayah perbatasan RI–PNG untuk memastikan aksesibilitas energi bagi masyarakat pelosok.

Baca juga: Bisnis Kue Natal di Mimika Banjir Cuan: Meski Bahan Baku Mahal, Omzet Pedagang Hingga Ratusan Ribu

Erika menilai keberadaan program BBM satu harga sangat krusial karena jarak antar-SPBU di wilayah perbatasan dapat mencapai 20 kilometer.

“Jarak SPBU bisa mencapai 20 kilometer sehingga keberadaan BBM satu harga sangat membantu masyarakat,” jelas Erika saat meninjau titik distribusi.

Pemantauan berlanjut ke SPBU Nelayan Hamadi guna memastikan para pelaut mendapatkan bahan bakar dengan harga resmi pemerintah.

Nelayan setempat kini bisa memperoleh Pertalite seharga Rp10.000 dan Solar Rp6.800 per liter dibandingkan harga eceran yang jauh lebih mahal.

"Kalau beli di luar, ya harga pertalite  itubisa Rp12.000 hingga Rp13.000 per liter. Dengan SPBU nelayan, mereka bisa mendapatkan pertalite Rp10.000 dan solar Rp6.800 per liter,” ungkap Erika.

Baca juga: Pohon Natal Rp12 Juta di Timika Laris Manis Diboyong ke Luar Daerah

Sektor kelistrikan di Jayapura juga dinyatakan dalam kondisi prima dengan cadangan daya mencapai 48 persen dari total kapasitas pasok.

Stok BBM di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Jayapura berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan hingga 15 hari ke depan.

Pemerintah sengaja melakukan penambahan stok guna mengantisipasi kendala distribusi akibat cuaca ekstrem yang tidak menentu di Indonesia Timur.

“Stoknya cukup dan masyarakat terlayani dengan baik, kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi,” tegas Erika.

Baca juga: Antisipasi Pemadaman, PLN UP3 Timika Siagakan 126 Personel Kawal Pasokan Listrik Selama Nataru

Di sisi lain, PLN Unit Induk Wilayah Papua tengah mengejar target rasio elektrifikasi 100 persen melalui pembangunan listrik di 128 lokasi baru.

General Manager PLN UIW Papua, Diksi Erfani Umar, menyebut anggaran sebesar setengah triliun rupiah telah disiapkan untuk menerangi kampung-kampung terpencil.

"Kita berharap penguatan infrastruktur tangki timbun dan perluasan jaringan listrik terus berlanjut demi kemandirian energi di seluruh pelosok Papua," pungkas Diksi. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved