Pemuda Diterkam Buaya
Predator Sungai Tami Mengganas, Pemuda Mosso Diterkam Buaya
Petugas langsung berkoordinasi dengan Polsek Muara Tami serta pihak keluarga korban guna menghimpun informasi akurat mengenai koordinat serangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/11-Februari-2026-buayaaaaa.jpg)
Ringkasan Berita:
- Tim SAR Gabungan mencari David (21), warga Kampung Mosso yang hilang diterkam buaya saat memancing di Sungai Tami, Selasa (10/2/2026).
- Operasi hari kedua melibatkan penyisiran darat, perahu karet, dan pantauan udara menggunakan drone untuk memetakan lokasi korban.
- Kepala Basarnas Jayapura Anton Suyono menegaskan pembagian tiga regu kerja guna mempercepat penemuan jasad pemuda tersebut di tengah risiko habitat predator yang berbahaya.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, JAYAPURA – David (21), warga Kampung Mosso, Distrik Muara Tami,dilaporkan hilang diterkam predator ganas (buaya) penghuni Sungai Sungai Tami, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Selasa (10/2/2026).
Keheningan siang di tepian Sungai Tami kemarin pun berubah menjadi kepanikan luar biasa.
Insiden memilukan ini terjadi di depan mata teman korban Davis Prawar yang tidak sempat memberikan pertolongan karena serangan terjadi begitu cepat.
Saat itu, korban dan rekannya tengah memancing ikan.
Jeritan minta tolong korban seketika senyap saat tubuhnya ditenggelamkan oleh sang predator ke dasar air yang keruh.
Kejadian ini menambah daftar panjang konflik antara manusia dan satwa liar di sepanjang aliran sungai yang dikenal sebagai habitat buaya muara tersebut.
Baca juga: Curhat Pilu Para Mama Papua Penjual Noken di Bandara Wamena: Merasa Terasing Padahal Rumah Sendiri
Masyarakat setempat kini diselimuti ketakutan dan berharap proses pencarian segera membuahkan hasil agar jasad korban dapat dievakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura, Anton Suyono, mengonfirmasi bahwa laporan kecelakaan manusia tersebut diterima pada pukul 11.00 WIT.
Tim penyelamat segera bergerak menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 1,5 kilometer untuk melakukan asesmen awal.
Petugas langsung berkoordinasi dengan Polsek Muara Tami serta pihak keluarga korban guna menghimpun informasi akurat mengenai koordinat serangan.
Upaya pencarian visual dilakukan di sepanjang jembatan Sungai Tami hingga larut malam namun keberadaan David belum ditemukan.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI, dan warga lokal kini memperluas zona penyisiran.
"Pencarian dilakukan hingga malam hari, jadi kami lanjutkan hari ini," ujar Anton Suyono di Jayapura, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Standar KRIS BPJS 2026: RS Mitra Masyarakat Timika Renovasi Besar Demi Layanan Kesehatan Tujuh Suku
Operasi pencarian hari kedua melibatkan strategi yang lebih komprehensif dengan membagi personel menjadi tiga regu khusus.
Regu pertama fokus menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet untuk mencari tanda-tanda keberadaan tubuh korban di permukaan air.
Regu kedua bergerak melalui jalur darat dengan melakukan penyisiran pada sisi kiri dan kanan bantaran Sungai Tami yang dipenuhi semak belukar.
Sementara itu, regu ketiga memanfaatkan teknologi drone untuk memantau pergerakan buaya dan mencari korban melalui pantauan udara.
Penggunaan alat deteksi udara ini diharapkan mampu menjangkau titik-titik sulit yang tidak bisa dilalui oleh kapal maupun tim darat.
Tim rescuer juga menyiagakan truk angkut dan peralatan medis di posko darat sebagai antisipasi saat korban ditemukan.
Baca juga: Apresiasi Jurnalis di Momen HPN 2026, Bupati Deiyai: Pers Jembatan Transparansi Pembangunan di Papua
Kondisi arus sungai yang tidak menentu dan populasi buaya yang tinggi menjadi tantangan utama bagi keselamatan personel di lapangan.
Petugas diimbau untuk tetap waspada selama melakukan penyelaman maupun penyisiran darat guna menghindari serangan susulan dari predator.
Basarnas mengimbau warga sekitar untuk sementara waktu tidak beraktivitas di pinggir sungai demi menghindari jatuhnya korban baru.
Sinergi antara instansi dan masyarakat terus dioptimalkan agar proses evakuasi berjalan efektif meskipun cuaca di lokasi cenderung berubah-ubah.
Penemuan korban menjadi prioritas utama tim guna memberikan kepastian bagi keluarga yang telah menunggu di tepian sungai sejak insiden terjadi.
“Kami berharap agar korban dapat segera ditemukan,” tegas Anton. (*)
TribunPapuaTengah.com
Pemuda di Kampung Mosso Diterkam Buaya
Sungai Tami
Distrik Muara Tami
Kampung Mosso
Kota Jayapura
Davis Prawar
Anton Suyono
Kantor Basarnas Jayapura
| Polda Papua Tengah Gerak Cepat Pulihkan Kemtibmas di Dogiyai, Ini Kata Brigjen Pol. Jermias Rontini |
|
|---|
| Laga Hidup dan Mati, BDC Ajak Suporter Bakar Semangat Skuad Mutiara Hitam Saat Jamu Persela Lamongan |
|
|---|
| Rayakan HUT ke-59, Bupati Mimika: Freeport Memiliki Peran Penting Mendukung Ekonomi Lokal |
|
|---|
| SK Pegawai Negeri Sipil K2 Provinsi Papua Tengah Akhirnya Diserahkan |
|
|---|
| Siswa SATP Timika Angkat Enam Provinsi di Papua Pada Ajang Kokurikuler Day 2026 |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.