Sabtu, 9 Mei 2026

Info Mimika

Pembangunan Jalan Petrosea–Bandara Mozes Kilangin Tersendat, Pemda Mimika Bakal Gunakan Cara Ini

“Kami ingin memastikan ganti rugi diberikan secara layak dan transparan,” beber Yoga.

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Pembangunan Jalan Petrosea–Bandara Mozes Kilangin Tersendat, Pemda Mimika Bakal Gunakan Cara Ini
Tribun-PapuaTengah.com/Feronike Rumere
PEMKAB MIMIKA SOAL PEMBANGUNAN JALAN- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, saat diwawancarai terkait Proyek pembangunan jalan Petrosia menuju Bandara Baru Mozes Kilangin Mimika terkendala akibat pembebasan lahan. di Halaman Kantor Pusat Pemerintahan SP 3, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (13/10/2025). Foto;Tribun-PapuaTengah.com. Foto: Feronike Rumere. 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Pembangunan jalan Petrosea menuju Bandara Baru Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terkendala pembebasan lahan milik warga.

Pemerintah Kabupaten Mimika kini memprioritaskan negosiasi dengan masyarakat sekitar untuk mencari solusi damai agar proyek strategis tersebut dapat dilanjutkan.

Baca juga: Frans Magai Ajak Masyarakat Adat Meepago Bersatu Dukung Pembangunan dan Ciptakan Papua Tengah Damai

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan pemerintah memilih pendekatan musyawarah sebagai langkah utama penyelesaian.

“Kami menghargai hak masyarakat dan berkomitmen mengedepankan dialog yang terbuka dan konstruktif,” ujar Yoga saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Mimika, Senin (13/10/2025).

Baca juga: Ujaran Rasis di Sekolah Kristen Kalam Kudus, Orangtua: Wali Kelas dan Pelaku Bullying Dikeluarkan 

Ia menjelaskan, Pemda sangat memahami pentingnya proyek tersebut sebagai jalur utama penunjang mobilitas dan perekonomian daerah.

“Bandara Mozes Kilangin adalah pintu gerbang Mimika. Karena itu, penyelesaian lahan menjadi prioritas agar pembangunan bisa segera dilanjutkan,” katanya.

Adapun satu dari sekian poin pembahasan dalam negosiasi adalah penentuan nilai ganti rugi lahan dan tanaman warga yang terdampak proyek.

Baca juga: Puluhan Orangtua Murid Datangi Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika: "Sa Bukan Monyet, Stop Bullying"

Pemkab Mimika pun berjanji melakukan perhitungan ulang dengan melibatkan pemilik lahan agar hasilnya adil dan sesuai nilai ekonomi maupun budaya setempat.

“Kami ingin memastikan ganti rugi diberikan secara layak dan transparan,” beber Yoga.

Baca juga: Ujaran Rasis di Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika, Orangtua Murid Lakukan Aksi

Yoga pun berharap pendekatan humanis dan terbuka ini dapat mempercepat penyelesaian masalah serta memulihkan progres pembangunan jalan Petrosea–Bandara Mozes Kilangin.

“Jika proyek ini rampung, konektivitas meningkat, ekonomi tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat Mimika akan semakin baik,” pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved