Info Mimika
Pembangunan Jalan Petrosea–Bandara Mozes Kilangin Tersendat, Pemda Mimika Bakal Gunakan Cara Ini
“Kami ingin memastikan ganti rugi diberikan secara layak dan transparan,” beber Yoga.
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/13-Oktober-2025-tersendaat.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Pembangunan jalan Petrosea menuju Bandara Baru Mozes Kilangin, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terkendala pembebasan lahan milik warga.
Pemerintah Kabupaten Mimika kini memprioritaskan negosiasi dengan masyarakat sekitar untuk mencari solusi damai agar proyek strategis tersebut dapat dilanjutkan.
Baca juga: Frans Magai Ajak Masyarakat Adat Meepago Bersatu Dukung Pembangunan dan Ciptakan Papua Tengah Damai
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi, mengatakan pemerintah memilih pendekatan musyawarah sebagai langkah utama penyelesaian.
“Kami menghargai hak masyarakat dan berkomitmen mengedepankan dialog yang terbuka dan konstruktif,” ujar Yoga saat ditemui di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Mimika, Senin (13/10/2025).
Baca juga: Ujaran Rasis di Sekolah Kristen Kalam Kudus, Orangtua: Wali Kelas dan Pelaku Bullying Dikeluarkan
Ia menjelaskan, Pemda sangat memahami pentingnya proyek tersebut sebagai jalur utama penunjang mobilitas dan perekonomian daerah.
“Bandara Mozes Kilangin adalah pintu gerbang Mimika. Karena itu, penyelesaian lahan menjadi prioritas agar pembangunan bisa segera dilanjutkan,” katanya.
Adapun satu dari sekian poin pembahasan dalam negosiasi adalah penentuan nilai ganti rugi lahan dan tanaman warga yang terdampak proyek.
Baca juga: Puluhan Orangtua Murid Datangi Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika: "Sa Bukan Monyet, Stop Bullying"
Pemkab Mimika pun berjanji melakukan perhitungan ulang dengan melibatkan pemilik lahan agar hasilnya adil dan sesuai nilai ekonomi maupun budaya setempat.
“Kami ingin memastikan ganti rugi diberikan secara layak dan transparan,” beber Yoga.
Baca juga: Ujaran Rasis di Sekolah Kristen Kalam Kudus Timika, Orangtua Murid Lakukan Aksi
Yoga pun berharap pendekatan humanis dan terbuka ini dapat mempercepat penyelesaian masalah serta memulihkan progres pembangunan jalan Petrosea–Bandara Mozes Kilangin.
“Jika proyek ini rampung, konektivitas meningkat, ekonomi tumbuh, dan kesejahteraan masyarakat Mimika akan semakin baik,” pungkasnya. (*)
TribunPapuaTengah.com
Pembangunan jalan Petrosea
Bandara Mozes Kilangin
Kabupaten Mimika
Papua Tengah
| Protes Banjir Akibat Drainase Buruk, Warga Palang Akses Menuju Jalan Baru Timika |
|
|---|
| Fasilitas Tidak Layak, Warga Kampung Ararau Mimika Keluhkan Minimnya Pelayanan Kesehatan |
|
|---|
| Mobilitas Warga Picu Penyebaran Malaria di Kampung Wumuka, Petugas Kesehatan Intens Pemantauan |
|
|---|
| Kenaikan Pangkat ASN Kini Tiap Bulan, Bupati Mimika Minta Pegawai Tingkatkan Kinerja |
|
|---|
| Merry Pongutan Nahkodai ILDI Mimika 2026-2030, Siap Cetak Prestasi dan Budayakan Hidup Sehat |
|
|---|