Rabu, 13 Mei 2026

Pertikaian Antarkelompok di Timika

Pertikaian Antar-kelompok Pecah di Kwamki Narama Mimika: Satu Warga Tewas Terkena Anak Panah

Korban diketahui baru dua hari tiba di Kwamki Narama setelah melakukan perjalanan dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Pertikaian Antar-kelompok Pecah di Kwamki Narama Mimika: Satu Warga Tewas Terkena Anak Panah
Tribunnews.com/Feronike Rumere
Situasi Kota Timika- Foto: Tribun-PapuaTengah.com/Feronike Rumere. 
Ringkasan Berita:
  • Bentrok antarkelompok pecah di Distrik Kwamki Narama, Mimika, pada Minggu (4/1/2026) hingga menewaskan Jori Murib
  • Korban yang baru tiba dari Beoga tewas dihujani anak panah setelah dikejar massa di depan Polsek. 
  • Kapolsek Iptu Yusak Sawaki menyebut korban diduga salah sasaran karena dianggap bagian dari kelompok lawan.

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA– Kondisi keamanan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua  Tengah, kembali memanas usai bentrok antarkelompok pecah dan merenggut satu nyawa pada Minggu (4/1/2026) siang.

Jori Murib dilaporkan tewas setelah dihujani anak panah dalam pertikaian antara kelompok Dang dan Newegalen di jalan utama.

Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 13.25 WIT di sekitar lapangan sepak bola.

Korban diketahui baru dua hari tiba di Kwamki Narama setelah melakukan perjalanan dari Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Baca juga: Meski Menang Tipis Atas Delta FC, Rahmad Darmawan Puji Mental Baja Mutiara Hitam Persipura

Sebelum insiden terjadi, korban diduga sempat mengonsumsi minuman keras bersama sejumlah orang dari kelompok Newegalen.

Pertikaian bermula saat korban keluar ke jalan aspal dan langsung dikejar oleh massa dari kelompok Dang hingga ke depan markas Polsek.

Pelaku yang mengira korban merupakan bagian dari kelompok lawan langsung melepaskan rentetan anak panah ke arah tubuh pria tersebut.

“Mereka kejar sampai di depan Polsek lalu mereka panah karena dianggap dari pihak lawan,” ujar Yusak.

Korban sempat berupaya melarikan diri ke arah belakang lapangan sebelum akhirnya tumbang dan meninggal dunia di lokasi tersebut.

Baca juga: Ancaman Demokrasi: Amnesty Internasional Desak Pembatalan KUHP dan KUHAP Baru yang Dinilai Cacat

Polisi hingga kini masih mendalami status keterlibatan korban karena pria tersebut diketahui tidak pernah mengikuti aksi perang sebelumnya.

“Kami belum tahu pastinya karena dia baru turun dari Beoga dan tidak ikut berperang,” imbuh Yusak.

Jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk menjalani prosedur medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

"Kami (aparat) meningkatkan patroli di wilayah Kwamki Narama untuk mencegah adanya aksi balasan dari kelompok yang bertikai," pungkas Yusak. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved