Rabu, 20 Mei 2026

Info Timika

Puskesmas Atuka Catat 6.509 Kasus ISPA dan 2.876 Kasus Malaria Sepanjang Tahun 2025

“Setiap bulan petugas turun langsung ke pustu, posyandu, dan Puskesmas untuk memberikan edukasi kesehatan

Tayang:
zoom-inlihat foto Puskesmas Atuka Catat 6.509 Kasus ISPA dan 2.876 Kasus Malaria Sepanjang Tahun 2025
Tribunnews.com/Feronike Rumere
Kepala Puskesmas Atuka, Julia Tahitu. 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit terbanyak yang ditangani Puskesmas Atuka, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah sepanjang tahun 2025.

Kepala Puskesmas Atuka, Julia Tahitu mengatakan, ISPA menempati urutan pertama dari 10 besar penyakit banyak dialami masyarakat di wilayah kerjanya mencakup lima kampung.

Baca juga: Biaya Pendidikan Gratis Papua Tengah Mulai Cair, 1.967 Mahasiswa Terima Bantuan

Sementara itu, penyakit malaria berada di posisi kedua.

“Dari sepuluh besar penyakit ISPA paling tinggi disusul malaria,” ujar Julia di Kabupaten Mimika Provinsi Papua Tengah, Kamis (29/1/2026).

Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 6.509 kasus ISPA. Tingginya angka tersebut dipengaruhi oleh faktor lingkungan, kondisi cuaca, serta pola hidup masyarakat.

Atuka merupakan sebuah kampung pesisir yang berada di wilayah Distrik Mimika TengahTengah,  Provinsi Papua Tengah. 

Meski demikian, pihak Puskesmas Atuka terus melakukan berbagai upaya promotif dan preventif, salah satunya melalui promosi kesehatan yang dilakukan secara rutin di Puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), hingga posyandu.

“Setiap bulan petugas turun langsung ke pustu, posyandu, dan Puskesmas untuk memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara untuk kasus malaria, tercatat sebanyak 2.876 kasus.

Julia menyebutkan, tingginya angka tersebut juga dipengaruhi oleh pemeriksaan darah dilakukan berulang pada pasien yang sama sehingga banyak kasus terdeteksi.

Baca juga: Kepsek SMP Negeri 2 Mimika: MBG Ringankan Beban Guru dan Dukung Gizi Siswa Meski Banyak yang Tolak

Dalam penanganannya, Puskesmas Atuka tetap melakukan pengobatan dengan melibatkan Pengawas Minum Obat (PMO).

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Program Kampung Sehat untuk memantau pasien malaria, mulai dari pemeriksaan hingga memastikan obat diminum sampai tuntas.

"Kami tetap melakukan pengobatan dengan pendampingan PMO dan bekerja sama dengan Program Kampung Sehat agar pasien patuh minum obat,"ujarnya.

Baca juga: Dibayangi Ketakutan: Ini Tangis Pilu Sopir Lintas Nabire-Paniai Saat Mengais Rezeki

Julia menambahkan, meskipun ISPA dan malaria masih mendominasi, jumlah kasus pada tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved