Rabu, 20 Mei 2026

YPMAK

Perdayakan Ekonomi Masyarakat, YPMAK Kembangkan Kopi dan VCO di Mimika

“Menjadi pengusaha tidak harus langsung membuka toko besar. Teman-teman bisa memberi masukan

Tayang:
zoom-inlihat foto Perdayakan Ekonomi Masyarakat, YPMAK Kembangkan Kopi dan VCO di Mimika
Tribunnews.com/Feronike Rumere
Ketua Pengurus YPMAK Leonardus Tumuka saat memberi sambutan pada acara syukuran lepas sambut tahun 2025-2026 di Pelabuhan YPMAK Pomako, Mimika, Papua Tengah, (Jumat (30/1/2026). 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA– Ketua Pengurus Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), Leonardus Tumuka menyampaikan bahwa, pada tahun 2026 pihaknya akan memfokuskan pengembangan pada sejumlah program prioritas, khususnya di sektor ekonomi masyarakat.

Leonardus menjelaskan, beberapa program yang menjadi fokus utama yakni pengembangan Kopi Amungme Kamoro serta produksi minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO).

Baca juga: Bantuan Pendidikan di STIKES Persada Nabire Tersalurkan 100 Persen, Begini Penjelasan Pihak Kampus

“VCO ini sudah kita canangkan sejak tahun lalu. Teman-teman sudah mulai berproses, peralatannya juga sudah tiba di Mimika, dan dalam waktu dekat kita akan melaksanakan pelatihan VCO,” ujar Leonardus di Pelabuhan YPMAK Pomako, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Jumat (30/1/2026). 

Ia menambahkan, pelatihan tersebut diharapkan segera mendorong produksi VCO agar dapat menghasilkan produk pada tahun 2026. 

Program ini juga diarahkan menjadi home industri bagi mama-mama akan dipusatkan di pabrik baru.

Selain itu pada divisi ekonomi, YPMAK selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia juga mendorong agar kelompok kerja (pokja) memiliki lokasi investasi bagi masyarakat, khususnya melalui pengembangan usaha berbasis kelapa.

“Kita mau kelompok-kelompok usaha mulai fokus menanam kelapa. Kita sudah punya mitra untuk memasarkan hasilnya. Untuk kopi sudah ada mitra, begitu juga dengan VCO, jejaringnya sudah tersedia,” jelasnya.

Leonardus menegaskan, program tersebut menjadi peluang baik bagi masyarakat asli untuk mulai bergerak sebagai pelaku usaha. 

Baca juga: Anggaran Dipangkas 15 Persen, YPMAK Fokus Program Prioritas dan Pengembangan Kopi di Highland

Menurutnya, menjadi pengusaha tidak harus selalu dimulai dengan usaha besar.

“Menjadi pengusaha tidak harus langsung membuka toko besar. Teman-teman bisa memberi masukan dan ide sederhana kepada pimpinan masing-masing, berdasarkan pengalaman yang dimiliki,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak di internal YPMAK untuk saling bekerja sama dan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menjalankan program-program telah direncanakan.

Baca juga: Jadi Pelopor Keselamatan Lalulintas, Dirlantas Polda Papua Tengah Rangkul Komunitas Ojek Nabire

“Pimpinan tidak mungkin tahu segalanya. Semua bisa berjalan baik karena kerja sama. Jangan biarkan kita berjalan sendiri, tapi mari saling mendukung agar program dan upaya kita bisa tercapai maksimal,” ujarnya.

Leonardus juga mengungkapkan, meskipun anggaran YPMAK mengalami pemangkasan sebesar 15 persen akibat kondisi PT Freeport Indonesia, pihaknya tetap berkomitmen mendorong program-program prioritas yang telah ditetapkan.

Sebelumnya, terkait pengembangan usaha VCO, pada tahun 2025 Ketua Pengurus YPMAK bersama Wakil Ketua, Divisi Ekonomi telah melakukan tinjauan langsung ke sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Mimika.

Baca juga: Ditengah Krisis Anggaran, Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura Tembus 6.248 Kasus di Tahun 2025

Salah satunya di Kampung Uta, Distrik Mimika Barat Tengah.

Dalam kunjungan kerja dan press tour tersebut, tim YPMAK meninjau langsung usaha minyak kelapa murni (VOC) yang dikelola oleh mama-mama setempat sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi berbasis masyarakat. (*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved