Rabu, 20 Mei 2026

YPMAK

Mimika Menuju Bebas BABS, YPMAK-Yayasan Rumsram Latih Fasilitator Demi Kejar Target Kampung ODF

Target besar dari kolaborasi ini adalah menciptakan kampung bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Mimika Menuju Bebas BABS, YPMAK-Yayasan Rumsram Latih Fasilitator Demi Kejar Target Kampung ODF
Tribunnews.com/Feronike Rumere
SANITASI - Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro (YPMAK) bersama Yayasan Rumsram menggelar pelatihan Coaching Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tingkat kampung, di Hotel Cenderawasih 66, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Selasa (10/2/2026). Foto: Tribun-PapuaTengah. com/Feronike Rumere. 

Ringkasan Berita:
  • YPMAK dan Yayasan Rumsram menggelar pelatihan fasilitator STBM di Mimika untuk mendorong terciptanya kampung bebas buang air besar sembarangan (ODF). 
  • Sebanyak lima kampung prioritas seperti Mioko dan Aikawapuka ditargetkan segera mencapai status ODF, dengan sisa 15 kampung lainnya diproyeksikan tuntas pada tahun 2027. 
  • Program ini menekankan pada perubahan perilaku masyarakat dan kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi tantangan kesehatan lingkungan di wilayah pesisir serta pedalaman Mimika.

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Kesadaran akan sanitasi layak kini menjadi gerakan masif di tanah Amungme dan Kamoro guna memutus mata rantai penyakit akibat lingkungan buruk.

Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro (YPMAK) bersama Yayasan Rumsram menggelar pelatihan Coaching Fasilitator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di Hotel Cenderawasih 66, Mimika, Papua Tengah, Selasa (10/2/2026).

Langkah strategis ini merupakan upaya serius dalam mentransformasi perilaku masyarakat pesisir dan pedalaman yang selama ini masih kental dengan pola hidup tradisional.

Target besar dari kolaborasi ini adalah menciptakan kampung bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).

Baca juga: Atasi Kelangkaan, Pemprov Papua Pegunungan Desak Penambahan Kuota BBM Subsidi untuk Tahun Ini

Penanganan masalah kesehatan tidak lagi hanya mengandalkan aspek medis, melainkan harus menyentuh akar persoalan pada kebersihan lingkungan serta kebiasaan harian warga.

Fasilitator yang dilatih diharapkan menjadi ujung tombak perubahan di tengah pemukiman agar standar kesehatan nasional dapat terpenuhi.

Direktur Yayasan Rumsram, Isak Matarihi, menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi kunci utama dalam meminimalisir faktor penyebab penyakit non-genetik.

Program STBM yang berlandaskan regulasi Kementerian Kesehatan berupaya menanamkan lima pilar kebersihan mulai dari tingkat rumah tangga.

Fokus utama saat ini tertuju pada penghentian praktik buang air besar sembarangan, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, hingga pengelolaan air minum yang aman.

Baca juga: Respons Cepat Longsor, Tim KPBU Pasang jembatan Darurat Kalikil Yalimo

Yayasan Rumsram bersama UNICEF berkomitmen mendorong pemerintah daerah agar Mimika segera menyusul Kabupaten Biak dan Jayapura sebagai wilayah yang sudah berstatus ODF.

Pengalaman panjang yayasan dalam pendampingan kesehatan lingkungan menjadi modal kuat untuk mencapai target ambisius tersebut.

"Inti dari STBM adalah bagaimana memberdayakan masyarakat agar lingkungannya bersih dan perilakunya sehat," ujar Isak di sesi pelatihan tersebut.

Dari total 16 kampung dampingan, tim menetapkan lima kampung prioritas untuk mencapai status bebas BABS dalam waktu dekat.

Wilayah tersebut meliputi Kampung Mioko, Aikawapuka, Amungun, Emkomahlama, dan Ohotya yang kini menjadi proyek percontohan perubahan perilaku.

Tantangan di wilayah pesisir Mimika cukup kompleks karena keterbatasan infrastruktur sanitasi yang memadai bagi warga setempat.

Baca juga: HPN 2026: Deinas Geley Sebut Wartawan Cahaya Penerang Pembangunan Bagi 8 Kabupaten di Papua Tengah

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved