Senin, 11 Mei 2026

Profil

Kisah Inspiratif Abraham Kateyau: Dari Buruh Pelabuhan Jadi Sekda Mimika, Ada Peran Besar YPMAK

Lahir di Jayapura, Papua,13 April 1972, Abraham menghabiskan masa kecilnya di pesisir Mimika dengan menempuh pendidikan dasar di SD Kampung Kekwa. 

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Kisah Inspiratif Abraham Kateyau: Dari Buruh Pelabuhan Jadi Sekda Mimika, Ada Peran Besar YPMAK
Tribunnews.com/Feronike Rumere
KISAH ABRAHAM KATEYAU - Sekda Mimika Abraham Kateyau, saat berpose di ruang kerja Sekda, Kantor Pusat Pemerintahan SP 3, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Abraham Kateyau Anak Asli Kamoro yang Jadi Sekda Mimika, Akui Peran YPMAK dalam Perjalanan Pendidikan. Foto; Tribun- PapuaTengah. com/Feronike Rumere. 

Ringkasan Berita:
  • Abraham Kateyau mencatat sejarah sebagai putra asli Suku Kamoro pertama yang menjabat Sekda Mimika. Sempat putus sekolah dan bekerja sebagai buruh pelabuhan di Sorong,
  • Ia berhasil bangkit berkat dukungan beasiswa LPMI (kini YPMAK). 
  • Saat ini, ia tengah menyelesaikan gelar Doktor di Universitas Trisakti. 
  • Kisahnya menjadi inspirasi bagi pemuda Papua tentang pentingnya manajemen diri dan pendidikan.

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA - Pelabuhan Sorong, Papua Barat Daya, puluhan tahun silam menjadi saksi bisu perjuangan seorang pemuda Suku Kamoro yang kini memegang tongkat birokrasi tertinggi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah. 

Dia adalah Abraham Kateyau, yang kini menjabat sebagai Pj Sekda Mimika.

Abraham tak pernah menyangka bahwa peluh keringatnya sebagai Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabihan Sorong bakal bermuara pada kursi Sekda retaris Daerah.

Tak ayal, aa mencatatkan sejarah sebagai putra asli Kamoro pertama yang menduduki jabatan strategis tersebut setelah melewati jalan terjal pendidikan yang penuh keterbatasan biaya.

Baca juga: Jejak Teror KKB Bagi Penerbangan Sipil di Papua: Gugurkan Pilot Asing hingga Putra Terbaik Indonesia

Berjuang Melawan Keterbatasan

Lahir di Jayapura, Papua,13 April 1972, Abraham menghabiskan masa kecilnya di pesisir Mimika dengan menempuh pendidikan dasar di SD Kampung Kekwa. 

Ia kemudian melanjutkan sekolah ke SMP Kokonao dan SMA Katolik Adiluhur Nabire dengan fasilitas seadanya.

Langkahnya sempat terhenti saat duduk di bangku kelas 2 SMA akibat ketiadaan biaya hingga ia memutuskan merantau menjadi buruh kasar di Sorong.

Ketekunan Abraham menarik perhatian kepala sekolah yang memintanya kembali bersekolah karena prestasi akademiknya yang gemilang sebagai juara kelas.

Baca juga: Egon Irawan: Pilot Smart Air yang Gugur Ditembak KKB di Boven Digoel, Punya Hobi Koleksi Motor Tua

Ia berhasil lulus SMA pada 1993 dan lolos penerimaan mahasiswa di Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura melalui jalur tanpa tes bagi siswa berpotensi.

Di sinilah titik balik hidupnya dimulai ketika ia mendapatkan sokongan dana dari LPMI yang kini bertransformasi menjadi Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

Sentuhan YPMAK

Dukungan YPMAK sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia menjadi napas baru bagi perjalanan akademik Abraham di perguruan tinggi kala itu.

"Dulu kami menerima bantuan dari LPMI itu lancar, setiap bulan kami dikumpulkan untuk pembinaan iman dan kegiatan lainnya," ujar Abraham saat mengenang masa studinya, Rabu (11/2/2026).

Baca juga: Insiden Penembakan di MP 50 Tembagapura Mimika: 1 Prajurit TNI Gugur, Aparat Buru Pelaku ke Hutan

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved