Rabu, 3 Juni 2026

YPMAK

SATP Timika Wadahi Kreativitas dan Pembentukan Karakter Siswa Lewat Kokurikuler Day 2026

Kepala Sekolah SATP, Sonianto Kuddi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning).

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto SATP Timika Wadahi Kreativitas dan Pembentukan Karakter Siswa Lewat Kokurikuler Day 2026
TribunPapuaTengah.com/Feronike Rumere
KOKULIKULER - Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) menggelar kegiatan Kokulikuler Day 2026, di Hall 2 SATP, Jalan Sopoyono SP 4, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Kamis (9/4/2026). Foto: Tribun- PapuaTengah. com/Feronike Rumere. 
Ringkasan Berita:
  • Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) menggelar Kokurikuler Day 2026 pada 9-10 April di Mimika. 
  • Acara bertema "Karya Nusantara" ini menampilkan seni, drama, dan market day sebagai wujud pembelajaran mendalam (deep learning). 
  • Didukung YPMAK dan PT Freeport Indonesia, kegiatan ini fokus mengasah kreativitas serta karakter siswa seperti disiplin dan kerja sama di luar materi kelas formal.

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TIMIKA – Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) menggelar Kokurikuler Day 2026 bertajuk "Karya Nusantara Kreativitas Anak Bangsa" pada 9–10 April 2026.

Bertempat di Kampus SATP, Jalan Sopoyono SP 4, Mimika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, ajang ini menjadi panggung bagi siswa untuk mengeksplorasi inovasi, kolaborasi, dan seni.

Sekolah di bawah naungan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme Kamoro (YPMAK) pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) ini menyuguhkan beragam kegiatan menarik.

Mulai dari pentas drama dongeng nusantara, tarian tradisional, pameran karya seni, hingga market day.

Kepala Sekolah SATP, Sonianto Kuddi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang dengan prinsip pembelajaran mendalam (deep learning).

Baca juga: HUT ke-59 Freeport: Refleksi dan Komitmen Bangkit Operasi Aman dan Berkelanjutan

Tujuannya agar materi kelas tetap relevan dan menyenangkan bagi peserta didik melalui praktik langsung.

"Pembelajaran tidak boleh terbatas di dalam kelas. Kokurikuler ini memperkaya materi pagi hari dengan suasana yang menggembirakan dan sesuai konteks anak-anak," ujar Sonianto.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang fokus pada pendekatan P5 Kurikulum Merdeka, tahun ini SATP lebih menekankan pada integrasi kurikulum dengan pembentukan karakter.

"Jadi kokulikuler ini siswa tidak hanya dilatih secara akademis, tetapi juga ditempa kedisiplinan, kerja sama tim, dan kepatuhan," jelasnya.

Baca juga: Pemprov Papua Tengah Targetkan Penguatan Ekonomi Lokal pada RKPD 2027

Sonianto mengapresiasi dukungan penuh dari YPMAK, PT Freeport Indonesia, dan Yayasan Pendidikan Lokon dalam mewujudkan pendidikan bermutu di tanah Papua.

"Melalui Kokurikuler Day, SATP membuktikan bahwa pendidikan berbasis asrama mampu mencetak generasi yang kreatif sekaligus berkarakter kuat," tandasnya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved