YPMAK
Monitoring di Kampung Wumuka, YPMAK Pastikan Layanan Kesehatan Berdampak bagi Warga
Khusus sistem pelayanan obat kini telah terpusat melalui Puskesmas Pembantu (Pustu), berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak puskesmas.
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/30-April-2026-YPMAKKKKKKKKK.jpg)
Riana mengakui, perubahan pola pikir dan perilaku hidup sehat di masyarakat tidak dapat terjadi secara instan, melainkan membutuhkan waktu dan proses yang panjang.
“Edukasi ini tidak bisa satu atau dua tahun langsung berhasil. Ini pekerjaan jangka panjang, tapi kami yakin tidak ada usaha yang sia-sia,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti masih adanya tantangan budaya dan kebiasaan, seperti pola hidup kurang sehat dan tingginya angka perokok, sehingga diperlukan pendekatan edukasi yang berkelanjutan.
Meski demikian, ia menilai kehadiran tenaga Kampung Sehat cukup membantu masyarakat, terutama di kampung yang memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan.
“Kami berharap derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat dan setidaknya setara dengan daerah lain,” ucapnya.
Baca juga: Tolak Provokasi Jelang 1 Mei, Melianus Asso: Mari Kita Jaga Kamtibmas dan Kawal Pembangunan Papua
Sementara itu, perwakilan warga Kampung Wumuka, Mama Helena Tiwoku, menyampaikan pelayanan Kampung Sehat yang dirasakannya cukup baik dan sangat membantu saat akan memeriksa kondisi kesehatannya.
"Kondisi fasilitas sudah bagus, fasilitas kesehatan untuk mama kita waktu melahirkan bagus, nanti ada diberikan vitamin sampai sudah rasa sehat baru kita keluar, " sebutnya.
Ditambahkan Tim Pelayanan Kampung Sehat di Kampung Wumuka, Bidan Yulyanti Santi dan Suster Cristi Rupilu, pihaknya rutin memberikan pelayanan kesehatan, termasuk pemberian makanan tambahan bagi balita yang mengalami kekurangan berat badan.
“Pemberian makanan tambahan dilakukan setiap hari, kecuali hari Minggu. Menu yang diberikan bervariasi, seperti olahan ikan dan bubur kacang hijau,” jelas Bidan Yulyanti Santi
Kemudian juga melaksanakan skrining penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit menular bagi lansia setiap bulan, yang disertai kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) seperti senam bersama.
Baca juga: Musrenbang Otsus dan RKPD Tahun 2027 Provinsi Papua Tengah Angkat Potensi Ekonomi Lokal Daerah
Menurut Bidan Yulyanti Santi, pelayanan kesehatan menyesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat yang sebagian besar beraktivitas di wilayah pesisir.
“Kami juga melakukan pemantauan minum obat bagi pasien malaria, bahkan sampai ke pantai untuk memastikan mereka mengonsumsi obat sesuai jadwal,” ujarnya.
Sedangkan pasien malaria yang berada di kampung akan dipantau setiap hari, termasuk pemberian obat sesuai waktu yang sama sejak hari pertama. Khusus untuk jenis malaria tertentu, pengobatan diberikan hingga 14 hari.
Dalam pelayanan kesehatan, lanjutnya, keluhan yang paling sering ditemui pada masyarakat, terutama lansia, adalah nyeri badan, demam, dan sakit kepala yang dipengaruhi aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Jaga Kedamaian Jelang 1 Mei: Warga Paniai Dingatkan Bahwa Papua Bagian NKRI, Jangan Terprovokasi Isu
Khusus sistem pelayanan obat kini telah terpusat melalui Puskesmas Pembantu (Pustu), berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak puskesmas.
“Sekarang pelayanan obat satu pintu melalui pustu, sehingga kami berkoordinasi untuk memastikan pelayanan berjalan bersama,” katanya.
Sebagai informasi di setiap kampung terdapat tiga tenaga pelayanan Kampung Sehat yang terdiri dari tenaga kesehatan dan fasilitator, yang bertugas memberikan pelayanan sekaligus edukasi kepada masyarakat. (*)
| YPMAK Sosialisasi dan Bentuk Pengurus Pokja 2026 di Kampung Kapiraya |
|
|---|
| YPMAK Monitoring Produksi Minyak Goreng dan Minyak Kelapa Murni Pokja Kampung Uta |
|
|---|
| Fokus Tingkatkan Ekonomi Warga, YPMAK Sosialisasi dan Bentuk Pokja 2026 di Kampung Uta |
|
|---|
| Program Kampung Sehat YPMAK Jangkau 16 Kampung di Mimika, Fokus Layanan dan Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Tempat Tidur RSUD Mimika Sangat Terbatas, YPMAK Fasilitasi Rujukan Pasien Tujuh Suku ke Luar Daerah |
|
|---|