YPMAK
Monitoring di Kampung Wumuka, YPMAK Pastikan Layanan Kesehatan Berdampak bagi Warga
Khusus sistem pelayanan obat kini telah terpusat melalui Puskesmas Pembantu (Pustu), berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak puskesmas.
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/30-April-2026-YPMAKKKKKKKKK.jpg)
Ringkasan Berita:
- YPMAK melalui Divisi Kesehatan monitoring Program Kampung Sehat di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat Tengah.
- Selain pelayanan medis, program ini menitikberatkan pada edukasi pola hidup bersih dan sehat, pencegahan penyakit, serta peningkatan kesehatan ibu dan anak.
- Warga mengaku terbantu dengan layanan yang diberikan, sementara tenaga kesehatan terus melakukan pendampingan, termasuk pemberian makanan tambahan bagi balita dan pemantauan pasien malaria secara rutin.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA –Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amugme Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Divisi Kesehatan tengah melaksanakan Kampung Sehat, di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (29/4/2026).
Hadir dalam kegiatan itu yakni Kepala Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kesehatan YPMAK, Riana Wadibar, Staf Divisi Monev Kesehatan YPMAK, Frans Wabiser dan Rulian Takayuta, dan Staf Divisi Perencanaan Program Kesehatan Foeby Lakasa serta masyarakat Wumuka.
Baca juga: Fokus Dana Otsus, Hari Kedua Musrenbang Papua Tengah Tajamkan Strategi 2027
Dalam kesempatan tersebut Tim Divisi Monev Kesehatan YPMAK Kampung Sehat langsung meninjau dan melihat pelayanan.
Tim Kesehatan menanyakan langsung kepada masyarakat Kampung Wumuka beberapa fasilitas kesehatan yang ada.
Kepala Divisi Monev Kesehatan YPMAK, Riana Wadibar, menegaskan kegiatan ini untuk melihat secara langsung dampak layanan program Kampung Sehat yang dijalankan mitra terhadap masyarakat.
Dijelaskan bahwa monitoring ini untuk mengetahui sejauh mana pelayanan kesehatan yang diberikan, termasuk oleh tenaga suster, bidan, dan fasilitator, dapat diterima dan memberi manfaat nyata bagi warga.
“Kami ingin melihat bagaimana dampak layanan dari mitra kepada masyarakat, apakah benar-benar membantu dan bagaimana hubungan tenaga kesehatan dengan warga di kampung,” ujarnya.
Baca juga: Sambut Hari Integrasi Papua 1 Mei, BMP RI Papua Tengah Seminar Wawsbang
Selain itu, sambung Riana, pihaknya juga menilai capaian target layanan, seperti jumlah pemeriksaan kesehatan, kegiatan edukasi, hingga tingkat pemahaman masyarakat terhadap pola hidup sehat.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pelayanan pengobatan (kuratif), tetapi juga dari peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.
“Kami mendorong mitra agar tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi lebih banyak melakukan edukasi tentang hidup bersih dan sehat,” tegas Riana.
Ditambahkan Riana, YPMAK juga memberi perhatian khusus pada kesehatan ibu dan anak.
"Ya dengan harapan tidak ada lagi kasus gizi buruk pada balita serta meningkatnya kesadaran ibu hamil untuk memeriksakan kehamilan dan melahirkan dengan bantuan tenaga kesehatan," tutur Riana.
Baca juga: YPMAK Sosialisasi dan Bentuk Pengurus Pokja 2026 di Kampung Kapiraya
Lebih gamblang YPMAK ingin memastikan masyarakat mampu mandiri dalam menjaga kesehatan, termasuk memahami cara pencegahan penyakit seperti malaria dan pentingnya mengonsumsi obat sesuai anjuran.
| YPMAK Sosialisasi dan Bentuk Pengurus Pokja 2026 di Kampung Kapiraya |
|
|---|
| YPMAK Monitoring Produksi Minyak Goreng dan Minyak Kelapa Murni Pokja Kampung Uta |
|
|---|
| Fokus Tingkatkan Ekonomi Warga, YPMAK Sosialisasi dan Bentuk Pokja 2026 di Kampung Uta |
|
|---|
| Program Kampung Sehat YPMAK Jangkau 16 Kampung di Mimika, Fokus Layanan dan Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Tempat Tidur RSUD Mimika Sangat Terbatas, YPMAK Fasilitasi Rujukan Pasien Tujuh Suku ke Luar Daerah |
|
|---|