YPMAK
Pokja Kampung Akar Tahun 2026 Terbentuk, YPMAK: Dorong Program Peningkatakan Ekonomi Warga
“Dana yang diperoleh harus dikelola bersama dengan baik melalui kerja sama, supaya ke depan program bisa
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/ypmak-di-kampung-akar.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA– Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar sosialisasi sekaligus pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) program kampung tahun 2026 di Kampung Akar, Distrik Mimika Barat Tengah, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan berlangsung di Balai Kampung Akar ini bertujuan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui program berbasis kerja, bukan bantuan langsung.
Baca juga: OPM Kodap XVI Yahukimo Klaim Tembak Mati Satu Prajurit TNI
Kepala Kampung Akar, Petrus Werke, menyampaikan apresiasi atas kehadiran YPMAK di wilayahnya.
Ia berharap program yang dijalankan dapat memperkuat kerja sama masyarakat serta mendorong semangat gotong royong.
“Dana yang diperoleh harus dikelola bersama dengan baik melalui kerja sama, supaya ke depan program bisa berjalan lancar dan masyarakat tetap semangat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pokja Kampung Akar Tahun 2025, Isidurus Tamotani, memaparkan rencana kerja yang telah dilaksanakan, di antaranya pembangunan lonceng gereja serta pembangunan rumah bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan program, Pokja diberikan tanggung jawab selama satu tahun dan seluruh keputusan dikembalikan kepada masyarakat melalui musyawarah.
Di sisi lain, Staf Divisi Ekonomi YPMAK, Dwi Iksan Kanang, menegaskan bahwa pola program kampung menitikberatkan pada prinsip keadilan melalui sistem kerja.
“Masyarakat wajib bekerja terlebih dahulu sebelum menerima upah. Pembagian hasil dilakukan setelah pekerjaan selesai, sehingga adil bagi semua yang terlibat,” jelasnya.
Baca juga: Warga Kabupaten Mimika Diminta Waspada Anomali Cuaca di Penghujung April 2026
Ia juga menambahkan, komposisi Pokja akan terdiri dari lima unsur, yakni perwakilan aparat kampung (di luar kepala kampung, sekretaris, dan bendahara), tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda.
Selain itu, YPMAK menetapkan minimal 40 persen penerima upah harus berasal dari perempuan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan gender di tingkat kampung.
Dalam pengelolaan program, Pokja juga diwajibkan membuat papan informasi kegiatan, mendokumentasikan seluruh proses pekerjaan, serta menjaga transparansi penggunaan anggaran.
Adapun total anggaran program kampung tetap sebesar Rp300 juta, dengan pembagian Rp240 juta untuk kegiatan program dan Rp60 juta untuk operasional.
Baca juga: Monitoring di Kampung Wumuka, YPMAK Pastikan Layanan Kesehatan Berdampak bagi Warga
YPMAK juga menegaskan akan melakukan evaluasi ketat. Jika ditemukan penyalahgunaan anggaran, maka pendanaan dapat dihentikan dan berdampak pada program di tahun berikutnya.
TribunPapuaTengah.com
Provinsi Papua Tengah
Kabupaten Mimika
INFO TIMIKA
Program Kampung YPMAK
Divisi Ekonomi YPMAK
Pokja YPMAK
YPMAK
Info YPMAK
PT Freeport Indonesia (PTFI)
Info PTFI
PTFI
Kampung Akar
| Monitoring di Kampung Wumuka, YPMAK Pastikan Layanan Kesehatan Berdampak bagi Warga |
|
|---|
| YPMAK Sosialisasi dan Bentuk Pengurus Pokja 2026 di Kampung Kapiraya |
|
|---|
| YPMAK Monitoring Produksi Minyak Goreng dan Minyak Kelapa Murni Pokja Kampung Uta |
|
|---|
| Fokus Tingkatkan Ekonomi Warga, YPMAK Sosialisasi dan Bentuk Pokja 2026 di Kampung Uta |
|
|---|
| Program Kampung Sehat YPMAK Jangkau 16 Kampung di Mimika, Fokus Layanan dan Edukasi Kesehatan |
|
|---|