YPMAK
Tinggal di Pesisir Mimika, Anak Nelayan Kamoro Ini Raih Beasiswa YPMAK dan Prestasi Silat
Bernadus merupakan penerima beasiswa dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/26-Mei-2206-bernafuss.jpg)
Ringkasan Berita:
- Bernadus Natani, anak yatim suku Kamoro asal Mimika, sukses membalikkan takdir dari nelayan kecil menjadi taruna berprestasi.
- Sempat putus sekolah dan gagal tes Polri/TNI karena biaya, ia bangkit lewat beasiswa YPMAK PT Freeport Indonesia.
- Kini ia kuliah di Politeknik KP Sidoarjo sekaligus menorehkan prestasi sebagai juara pencak silat, membuktikan pemuda adat Papua mampu bersaing di nasional.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA - Laut Barat Jauh Mimika, Papua Tengah, menjadi saksi bisu masa kecil Bernadus Natani antara masa depan sekolah dan jaring ikan yang koyak.
Kini, pemuda asli suku Kamoro asal Kampung Tapermai tersebut berhasil membalikkan takdir lewat jalur pendidikan kedinasan dan prestasi olahraga pencak silat.
Bernadus merupakan penerima beasiswa dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Lembaga pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) ini membiayai penuh kuliahnya di Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Sidoarjo, Jawa Timur.
Di kampus tersebut, ia mengambil Program Studi Agribisnis Perikanan.
Baca juga: Kisah Modestus Arpikini: Anak Kamoro dan Asa Merajut Mimpi hingga ke Negeri Sakura
Perjuangan Yatim di Pesisir Papua
Perjalanan hidup pemuda kelahiran 26 Mei 2004 ini penuh dengan kerikil tajam.
Sejak sang ayah meninggal dunia saat ia duduk di bangku kelas 2 SD, ibunya berjuang sendirian sebagai orang tua tunggal.
Bernadus kecil pun terpaksa melaut demi membantu ekonomi keluarga hingga pendidikannya sempat tersendat.
“Saya dulu cari ikan sampai kadang tidak sekolah. Kelas 4 sampai kelas 5 baru saya masuk sekolah lagi,” ungkap Bernadus saat melakukan wawancara virtual di YPMAK, Kabupaten Mimika, Senin (25/5/2026).
Baca juga: Demam Piala Dunia 2026 Melanda Warga Mimika, Jersey Belanda dan Brasil Ludes Diburu
Setelah melewati masa sulit di SD Kampung Tapermai dan SMP Kampung Ararau, Bernadus melanjutkan pendidikan ke SMK Tunas Bangsa Timika.
Di sekolah menengah inilah bakat bela diri pencak silat miliknya mulai terasah tajam. Ia bahkan sukses menyabet juara kedua pada kejuaraan nasional.
“Di SMK saya juga dapat piagam emas,” tambahnya dengan nada bangga.
Kegagalan Finansial Bukan Akhir Segalanya
Lulus dari SMK, Bernadus sempat mencoba peruntungan dengan mengikuti seleksi masuk anggota Polri.
Nasib baik berpihak pada fisiknya yang prima sehingga ia dinyatakan lolos tahapan tes awal.
Sayangnya, impian berseragam Korps Bhayangkara itu harus kandas karena keterbatasan biaya operasional.
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Henes Sondegau Jagokan Skuad Brasil Angkut Trofi
Kegagalan pertama tidak membuat langkahnya surut seketika.
Bernadus kemudian mencoba mendaftarkan diri pada seleksi prajurit TNI.
Namun, kendala biaya tiket transportasi dari kampung halaman kembali menjegal langkahnya untuk melanjutkan proses seleksi.
“Waktu ujian saya tes polisi sudah lolos, tapi terkendala biaya akhirnya saya tinggal di kampung. Mama bilang lanjut kuliah dulu baru saya kasih izin,” kenang Bernadus menirukan pesan ibunya.
Bangkit Lewat Jalur Beasiswa
Peluang emas akhirnya terbuka lebar saat YPMAK meloloskan Bernadus dalam program beasiswa utusan daerah.
YPMAK memfasilitasi Bernadus untuk berkuliah di Politeknik KP Sidoarjo, sebuah kampus kedinasan di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.
Di lingkungan barunya yang disiplin, taruna asal Papua ini tidak melempem.
Bernadus langsung mengukir prestasi gemilang pada tingkat satu perkuliahan.
Baca juga: Enam Pemkab di Papua Pegunungan Raih WTP, BPK Soroti Gaji Pensiunan yang Masih Dibayar
Ia berhasil merebut trofi juara 2 pencak silat dalam ajang bergengsi Bupati Cup 2025 di Jawa Timur.
Untuk menjaga performa fisiknya sebagai atlet sekaligus taruna, Bernadus menerapkan kedisiplinan yang sangat ketat setiap hari.
“Sore saya biasa lari dua putaran untuk latihan fisik,” jelasnya.
Melalui rekam jejak perjuangannya, Bernadus ingin membuktikan bahwa pemuda adat Papua mampu bersaing di tingkat nasional.
Ia berpesan agar generasi muda Amungme dan Kamoro terus berani bermimpi setinggi langit.
“Harus disiplin dan terus belajar supaya bisa dapat ilmu yang baik untuk masa depan,” pungkas Bernadus. (*)
TribunPapuaTengah.com
Bernadus Natani
Beasiswa YPMAK
YPMAK
PT Freeport Indonesia (PTFI)
Kabupaten Mimika
Kamoro
| Kisah Modestus Arpikini: Anak Kamoro dan Asa Merajut Mimpi hingga ke Negeri Sakura |
|
|---|
| Warga Potowaiburu Manfaatkan Bantuan Jaring Untuk Menambah Penghasilan |
|
|---|
| YPMAK Tinjau Program Kampung Sehat di Aikawapuka, Ini Hasilnya |
|
|---|
| Dinilai Sejalan Visi Pembangunan Daerah, Pemerintah Distrik Mimika Barat Jauh Dukung Program YPMAK |
|
|---|
| Kepala Kampung Boiya Apresiasi Program Kampung YPMAK, Harap Perhatian Pendidikan dan Kesehatan |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.