Jumat, 12 Juni 2026

YPMAK

Sosialisasi Ulang Pokja Kampung Highland, PMAK Dorong Program Pengelolaan Kopi

Evaluasi total ini menyasar 15 Pokja di wilayah kota seiring berakhirnya masa Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Tayang:
Penulis: Feronike Rumere | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Sosialisasi Ulang Pokja Kampung Highland, PMAK Dorong Program Pengelolaan Kopi
TribunPapuaTengah.com/Feronike Rumere
YPMAK - Wakil Ketua Pengurus Bidang Program Perencanaan YPMAK, Fery Magai Uamang, saat memberikan sosialisasi ulang Program Pokja Kampung Highland Wilayah Kota di Jalan Irigasi Kanan, Mimika, Rabu (10/6/2026). Foto: Tribun-PapuaTengah.com/Feronike Rumere. 

Ringkasan Berita:
  • YPMAK mengalihkan 20 persen anggaran Pokja Kampung Highland Mimika untuk sektor produktif, khususnya pengelolaan koperasi kopi. 
  • Langkah ini guna meningkatkan kemandirian finansial masyarakat pegunungan. 
  • Bersamaan dengan habisnya masa kerja sama, YPMAK juga mengevaluasi total kinerja pengurus di 15 Pokja wilayah kota untuk menentukan keberlanjutan kepengurusan berdasarkan penilaian warga.

 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) mengubah strategi pemberdayaan dengan mewajibkan pengalihan 20 persen anggaran Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Highland untuk sektor produktif.

Langkah ini bertujuan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada program kebersihan, melainkan mampu mandiri secara finansial melalui pengelolaan koperasi kopi.

Wakil Ketua Pengurus Bidang Program Perencanaan YPMAK, Fery Magai Uamang, menyampaikan kebijakan tersebut saat sosialisasi ulang Pokja Kampung Highland Wilayah Kota di Jalan Irigasi Kanan, Kabupaten Mimika, Rabu (10/6/2026).

Baca juga: Piala Dunia 2026: Elias Petege Jagokan Tanjung Verde dan Sebut Hiu Biru Punya Kekuatan Diaspora

Evaluasi total ini menyasar 15 Pokja di wilayah kota seiring berakhirnya masa Perjanjian Kerja Sama (PKS).

"Kami akan mengambil sekitar 20 persen anggaran untuk pengelolaan kopi di wilayah gunung agar ada koperasi kopi yang dikelola masyarakat sendiri. Ini menjadi terobosan baru supaya ada program produktif yang hasilnya berkelanjutan," ujar Fery.

Selama ini, kata Fery, mayoritas kegiatan Pokja hanya berfokus pada penataan dan kebersihan lingkungan.

Fery menilai program tersebut belum memberikan dampak ekonomi jangka panjang yang signifikan bagi warga.

"Pola produktif berbasis komoditas lokal seperti kopi ini nantinya juga akan diadopsi oleh Pokja di wilayah perkotaan," bebernya.

Baca juga: Hampir Seluruh Wilayah Mimika Papua Tengah Cerah Hari Ini, Warga Diminta Tetap Waspada Cuaca Ekstrem

Selain merombak orientasi program, YPMAK mengevaluasi total kinerja pengurus di 15 Pokja.

Masyarakat bersama para tokoh setempat diberikan wewenang penuh untuk menentukan keberlanjutan masa jabatan pengurus lama.

Pengurus yang berkinerja buruk akan langsung diganti melalui mekanisme pemilihan ulang.

Terkait usulan warga mengenai pemecahan wilayah kerja dan penambahan anggaran, Fery menegaskan bahwa YPMAK belum dapat mengabulkan permintaan tersebut.

"Karena penurunan dana yang diterima YPMAK menjadi alasan utama pembatasan anggaran tahun ini,"sebutnya.

Baca juga: Fokus Tingkatkan Ekonomi, Warga Irigasi Kanan Mimika Pertahankan Pengurus Pokja YPMAK

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved