Sabtu, 2 Mei 2026

Gempa Bumi Nabire

Dua Gempa Susulan Guncang Nabire, BMKG Catat Ada 116 Kali Getaran Sejak Jumat

BMKG mencatat hingga Minggu malam telah terjadi 116 kali gempa susulan sejak gempa utama terjadi.

Tayang:
Penulis: Melkianus Dogopia | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Dua Gempa Susulan Guncang Nabire, BMKG Catat Ada 116 Kali Getaran Sejak Jumat
BMKG
GEMPA SUSULAN- Infografis ‎BMKG melaporkan, Sabtu (20/9/2025), malam pukul 19:47:38 WIT, dan Minggu (21/9/2025), dini pukul 05:43:41 WIT di wilayah Kabupaten Nabire diguncang gempa bumi tektonik. Foto: BMKG 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Melky Dogopia

‎TRIBUNPAPUATENGAH.COM, Nabire- Wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah,  kembali diguncang dua gempa bumi susulan dengan kekuatan magnitudo 3,2 dan 3,5, Sabtu (20/9/2025) malam dan Minggu (21/9/2025) dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa pertama terjadi Sabtu pukul 19.47 WIT, disusul gempa kedua pada Minggu pukul 05.43 WIT.

Gempa bumi tersebut merupakan susulan dari gempa utama bermagnitudo 6,6 yang mengguncang Nabire, Jumat (19/9/2025)  pukul 03.19 WIT.

BMKG menyebut episenter gempa Sabtu malam berada di darat, 10 kilometer tenggara Nabire, pada kedalaman 24 kilometer.

Baca juga: Nabire Digunjang Gempa Bumi, Sejumlah Fasilitas dan Rumah Warga Rusak

Sementara itu, gempa Minggu dini hari berpusat di darat, 9 kilometer tenggara Nabire, pada kedalaman 27 kilometer.

Berdasarkan kedalaman dan lokasi pusat gempa, BMKG menyimpulkan keduanya merupakan gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Guncangan dirasakan warga Nabire dengan intensitas II–III MMI, yang ditandai dengan getaran ringan dan benda-benda gantung yang bergoyang.

BMKG mencatat hingga Minggu malam telah terjadi 116 kali gempa susulan sejak gempa utama terjadi.

Baca juga: Gempa Bumi Nabire, Mesak Magai: Semuanya Baik-baik Saja Karena Tidak Seperti Tahun 2004 Silam

Gempa susulan terbesar terjadi Jumat pagi pukul 07.53 WIT dengan magnitudo 5,1.

Kepala Balai Besar MKG Wilayah V Jayapura, Yustus Rumakiek, mengimbau warga tetap tenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak bersumber dari BMKG.

"Masyarakat untuk menjauhi bangunan retak atau rusak serta memeriksa kondisi rumah sebelum kembali ke dalam rumah atau bangunan," imbau Yustus lewat keterangan tertulisnya.

Informasi resmi dan terkini terkait gempa dapat diakses melalui situs BMKG atau kanal resmi lainnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved