Harga Daging Sapi Jelang Idul Fitri
Idul Fitri Tinggal 17 Hari Lagi: Harga Daging Sapi Nabire Tembus Rp160 Ribu/Kg, Ini Penyebabnya
Berdasarkan data Dinas Peternakan menunjukkan rata-rata pemotongan sapi di Nabire mencapai delapan ekor per hari.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/7-Maret-2026-Harga-sapiii.jpg)
Ringkasan Berita:
- Harga daging sapi di pasar tradisional Nabire melonjak hingga Rp160.000 per kilogram akibat minimnya pasokan ternak lokal.
- Pemkab Nabire mengidentifikasi hambatan arus masuk ternak dari luar daerah sebagai pemicu utama kenaikan harga ini.
- Dinas Peternakan kini merekomendasikan opsi daging beku untuk menekan inflasi daerah dan menjaga daya beli masyarakat di Papua Tengah.
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUNPAPUATENGAH.COM, NABIRE - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah yang tinggal 17 hari lagi, harga daging sapi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, sudah melambung tinggi.
Kenaikan harga yang terjadi secara mendadak ini sontak memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi daerah menjelang periode konsumsi tinggi di momen hari raya nanti.
Harga daging sapi di pasar tradisional Nabire saat ini telah menyentuh angka Rp160.000 per kilogram (kg).
Kondisi ini memaksa masyarakat untuk merogoh kocek lebih dalam guna memenuhi kebutuhan pangan harian mereka.
Baca juga: Tebar Kebaikan di Bulan Ramadhan, Wartawan Nabire Bagikan 200 Paket Takjil
Lonjakan harga tersebut dinilai sangat signifikan sehingga berpotensi memicu inflasi daerah yang tidak terkendali jika tidak segera ditangani.
Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Dinas Peternakan Kabupaten Nabire Francisco Maker mengatakan bahwa ketimpangan antara permintaan dan ketersediaan stok menjadi akar masalah.
Selama beberapa tahun terakhir, arus masuk ternak sapi dari luar daerah terhenti total sebagai dampak dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Indonesia.
Baca juga: Jelang Momen Idul Fitri 2026, Telkomsel Luncurkan Aplikasi MyTelkomsel Basic
Proteksi terhadap wabah tersebut membuat populasi sapi lokal di Nabire menjadi sangat terbatas untuk memenuhi permintaan pasar.
"Secara teori ekonomi, ketika permintaan tetap tinggi namun pasokan seret, harga pasti melonjak. Saat ini, populasi sapi lokal kita sangat terbatas karena tidak ada pemasukan dari luar akibat proteksi terhadap wabah PMK," ujar Francisco di Nabire, Jumat (6/3/2026).
Berdasarkan data Dinas Peternakan menunjukkan rata-rata pemotongan sapi di Nabire mencapai delapan ekor per hari.
Pemkab Nabire mengkhawatirkan para peternak akan mulai menyembelih sapi betina produktif atau sapi muda untuk mengejar permintaan pasar.
"Kami khawatir itu berbahaya karena dapat mematikan keberlanjutan populasi ternak lokal dalam jangka panjang," beber Fransisco.
| Kebakaran Hebat di Jalan Sulawesi Wamena Akibatkan 11 Orang Meninggal Dunia |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Mimika 31 Maret 2026: Berawan, Hujan Ringan dan Tak Menentu |
|
|---|
| Gempa Tektonik Teluk Wondama M 4,4 Pagi Ini Akibat Sesar Aktif |
|
|---|
| Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 H Ditutup, SAR Timika: 8 Orang Terselamatkan dan 1 Meninggal Dunia |
|
|---|
| Demi Ketahanan Pangan, Bupati Jayapura Larang Penjualan Lahan di Atas Kawasan Pohon Sagu |
|
|---|