Jumat, 15 Mei 2026

Info Nabire

Kisah Eplonika Merajut Nasib di SPPG Gerbang Syadu Wadio Nabire

Sebelum seragam pekerja MBG melekat di tubuhnya, hidup Eplonika adalah rangkaian hari panjang dan melelahkan.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Kisah Eplonika Merajut Nasib di SPPG Gerbang Syadu Wadio Nabire
TribunPapuaTengah.com/Calvin Eluis Erari
MBG - Eplonika Tipagau, pekerja di SPPG Gerbang Sadu Wadio, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, saat bercerita pengalamannya sebelum bekerja di dapur tersebut, kepada wartawan, Rabu (13/5/2026). Foto TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari 

Menurut Eplonika, dari program MBG, dia mendapatkan kepastian Hidup, dan tidak lagi harus bergantung pada cuaca atau ramainya pasar karena telah memiliki pekerjaan tetap.

Baca juga: Ratusan Kilogram Kepiting Bakau Asal Timika Tembus Pasar Malaysia

Sementara gaji bulan menjadi penyambung nyawa bagi keluarganya dengan membeli beras, minyak goreng, serta membiayai sekolah anaknya di bangku SD. 

"Saya berharap MBG terus berjalan karena sangat membantu kami. Dari MBG, kita bisa kerja dan dapat gaji," ujarnya.

Dengan pengalaman ini maka suara hati Eplonika mewakili ribuan mama-mama Papua lainnya.

Di balik senyum tipisnya saat bekerja, tersimpan ketakutan luar biasa jika program ini berhenti.

Bagi dia, MBG bukan sekadar makanan gratis bagi anak sekolah, melainkan jaminan bahwa ia tidak akan kembali ke kebun dengan tangan kosong.

Tak hanya itu, anak-anaknya tidak akan lagi menatap piring kosong di meja makan. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved