Info Nabire
Kisah Eplonika Merajut Nasib di SPPG Gerbang Syadu Wadio Nabire
Sebelum seragam pekerja MBG melekat di tubuhnya, hidup Eplonika adalah rangkaian hari panjang dan melelahkan.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/14-Mei-2026-MBGGGGGGGGGGG.jpg)
Menurut Eplonika, dari program MBG, dia mendapatkan kepastian Hidup, dan tidak lagi harus bergantung pada cuaca atau ramainya pasar karena telah memiliki pekerjaan tetap.
Baca juga: Ratusan Kilogram Kepiting Bakau Asal Timika Tembus Pasar Malaysia
Sementara gaji bulan menjadi penyambung nyawa bagi keluarganya dengan membeli beras, minyak goreng, serta membiayai sekolah anaknya di bangku SD.
"Saya berharap MBG terus berjalan karena sangat membantu kami. Dari MBG, kita bisa kerja dan dapat gaji," ujarnya.
Dengan pengalaman ini maka suara hati Eplonika mewakili ribuan mama-mama Papua lainnya.
Di balik senyum tipisnya saat bekerja, tersimpan ketakutan luar biasa jika program ini berhenti.
Bagi dia, MBG bukan sekadar makanan gratis bagi anak sekolah, melainkan jaminan bahwa ia tidak akan kembali ke kebun dengan tangan kosong.
Tak hanya itu, anak-anaknya tidak akan lagi menatap piring kosong di meja makan. (*)
| Dari Meja Jualan Hingga ke Dapur MBG, Ini Kisah Veronika di SPP Gerbang Sadu Wadio |
|
|---|
| Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal di Nabire, Satgas PKH Amankan 7 WNA China |
|
|---|
| DPR Papua Tengah Didesak Tindaklanjuti Aspirasi Forum Peduli Masyarakat Nabire |
|
|---|
| Suarakan Kedamaian, Forum Peduli Masyarakat Nabire Tolak Aksi Kriminal dan Demo Anarkis |
|
|---|
| Amankan Aksi Demo IPMADO dan FPMN di Nabire Hari Ini, 700 Personel Gabungan Disiagakan |
|
|---|