Hari Pers Nasional 2026
Dahlan Dahi Terima PWI Awards 2026, Munir: Figur Tulus dan Ikhlas Satukan Dua Kubu PWI
Penyerahan berlangsung pada forum Pucak Peringatan Hari Pers Nasional di Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026) pagi,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/9-Februari-2026-Dahlan-Dahi-terim-awar.jpg)
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, TANGERANG - Chief Executive Officer (CEO) Tribun Network, Dahlan Dahi, mendapatkan PWI Award 2026.
Penyerahan berlangsung pada forum Pucak Peringatan Hari Pers Nasional di Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026) pagi,
Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Ahmad Munir menyebut figur Dahlan Dahi sebegai pribadi yang Ikhlas, tulus dan telaten mengurai konflik panjang dua kubu PWI.
Kehadiran Dahlan Dahimenyelesaikan konflik dan dualisme kepemimpinan organisasi PWI. Tahun 2024 hingga 2025, terjadi dua kubu di PWI yaitu antara ketua umum hasil Kongres Bandung 2023 Hendry Ch Bangun dan Ketua Umum PWI versi Kongres Luar Biasa Jakarta 2024 Zulmahsyah Sakedang.
Baca juga: Sejarah Hari Pers Nasional: Dari Simbol Perlawanan 1946 Hingga Benteng Kebenaran Masa Kini
Sebab itu Dahlan Dahi yang menjabat sebagai anggota Dewan Pers layak menerima penghargaan.
“Kami memberi award kepada figur anggota Dewan Pers Dahlan Dahi adalah atas jasa-jasa beliau yang bisa mempertemukan dan menyelesaikan konflik dualisme PWI. Beliau bisa merajut kembali perbedaan-perbedaan keras antara Bang HCB dan Bang Zul. PWI yang tadinya mengalami dualisme, alhamdulillah berkat ketelatenan, keikhlasan dan ketulusan mas Dahlan Dahi, akhirnya tersapai kesepakatan untuk digelar kongres Persatuan PWI 2025,” ujar Munir dalam wawancara dengan Tribunnews.com, usai acara.
Sehari sebelumnya, saat memberi sambutan pada acara silaturahmi para pemimpin redaksi dan wartawan senior bersama pimpinan Astra di Hotel Aston, Serang, Banten, Minggu (8/2/2026), Munir juga mengungkapkan bersatunya PWI usai Kongres PWI 31 Agustus 2025.
“Alhamdulillah, kita dapat berjumpa pada saat ini. Saya senang, PWI dapat bersatu kembali, setelah terjadi dualisme kepengurusan tahun lalu. Upaya penyatuan PWI telah dilakukan banyak pihak, termasuk Wamen Komdiigi Pak Nezar Patria. Ketika soluasi hamper didapat, sayangnya gagal. Sampai pada upaya baik dan iklas sahabat kita, anggota Dewan Pers Dahlan Dahi, yang mempersatukan PWI,” kata Munir.
Dan ketika menyampaikan kata sambutan pada Konvensi Media Massa Nasional di Hotel Aston, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid juga mengatakan rasa sukacita PWI dapat bersatu.
“Senang rasanya dapat berjumpa dengan senior-senior wartawan semua di arena Hari Pers 2026. Tahun 2025, kami selaku pemerintah tidak hadir pada HPN karena saat itu dilaksakan di dua tempat (dua kelompok). Syukurlah, sekarang sudah bersatu,” kata Meutya, yang mantan wartawan Metro TV.
PWI adalah organisasi profesi wartawan pertama yang didirikan pada 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah.
Menurut Ketua Dewan Pers Prof Komarudin Hidayat, PWI adalah organisasi wartawan tertua yang menjadi konstituen Dewan Pers.
“Saat ini ada sebelas organisasi wartawan dan asosiasi perusahaan media yang menjadi konstituen Dewan Pers. Dan PWI adalah organisasi wartawan tertua, yang pertama lahir, kemudian disusul adik-adiknya,” kata Komarudin, mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta 2005-2010.
Hari lahir PWI diperingati Sebagian wartawan sebagai hari Pers Nasional.
Peringatan tahunan itu mulai dilakukan setelah Presiden Soeharto mengeluarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 5 tahun 1985 yang menetapkan tanggal itu sebagai Hari Pers Nasional (HPN).
TribunPapuaTengah.com
Dahlan Dahi
CE Tribun Network
Ahmad Munir
Hari Pers Nasional
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)
CEO Tribun Network
| Apresiasi Jurnalis di Momen HPN 2026, Bupati Deiyai: Pers Jembatan Transparansi Pembangunan di Papua |
|
|---|
| HPN 2026, Pemkab Deiyai Tegaskan Pers Adalah Pilar Penting Pembangunan Daerah |
|
|---|
| Komnas HAM: Kebebasan Pers di Papua Hadapi Banyak Tantangan |
|
|---|
| HPN 2026: Deinas Geley Sebut Wartawan Cahaya Penerang Pembangunan Bagi 8 Kabupaten di Papua Tengah |
|
|---|