Selasa, 5 Mei 2026

Pembakaran Mahkota Cenderawasih

Sesalkan Pembakaran Mahkota Cenderawasih, BMP Nilai Langkah BBKSDA Lukai Hati Masyarakat Papua

Ali menilai tindakan tersebut melukai perasaan masyarakat adat, karena mahkota Cenderawasih merupakan simbol kehormatan dan identitas budaya Papua.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Sesalkan Pembakaran Mahkota Cenderawasih, BMP Nilai Langkah BBKSDA Lukai Hati Masyarakat Papua
Tribun-PapuaTengah.com/Calvin Louis Erari
PRO KONTRA PEMBAKARAN MAHKOTA BURUNG CENDERAWASIH- Sekjen DPP BMP RI, Ali Kabiay mengatakan, pembakaran mahkota burung Cenderawasih oleh BBKSDA Papua sangat, disesalkan. Foto Tribun-PapuaTengah.com, Calvin Louis Erari 

Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE- Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Barisan Muda Papua Republik Indonesia (DPP BMP RI), Ali Kabiay, menyesalkan tindakan pembakaran mahkota burung Cenderawasih oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua.

Diketahui, pembakaran barang bukti itu dilakukan di halaman kantor BBKSDA Papua, Kota Jayapura, pada Senin (21/10/2025), dan memicu protes dari sebagian masyarakat adat Papua.

Ali menilai tindakan tersebut melukai perasaan masyarakat adat, karena mahkota Cenderawasih merupakan simbol kehormatan dan identitas budaya Papua.

Baca juga: Pemusnahan Mahkota Cenderawasih Dikritik, Nancy Raweyai: Di Mana Kepedulian Saat Satwa Diburu?

Menurutnya, meski pelestarian satwa dilindungi seperti burung Cenderawasih penting dilakukan, cara penegakan hukum perlu memperhatikan nilai-nilai adat yang hidup di masyarakat.

“Jika mahkota Cenderawasih dibakar, secara tidak langsung itu dianggap menghapus jati diri masyarakat adat Papua,” kata Ali, Rabu (22/10/2025).

Ia mengingatkan bahwa hukum negara dan hukum adat seharusnya berjalan seimbang untuk menjaga kehormatan masyarakat sekaligus melindungi keanekaragaman hayati.

Ali juga meminta agar setiap pemusnahan barang bukti yang berkaitan dengan simbol adat dikonsultasikan lebih dahulu dengan Majelis Rakyat Papua, Dewan Adat, dan lembaga adat lainnya.

Baca juga: Ketua La Pago: Langkah BBKSDA Bukan Pelecehan, tapi Penegakan Hukum Lindungi Satwa Papua

"Penilaian kami bahwa koordinasi penting agar tindakan penegakan hukum tetap bermartabat dan tidak menimbulkan kesalahpahaman sosial," tegasnya.

Selain itu, Ali mengimbau masyarakat Papua untuk menjaga kelestarian burung Cenderawasih dengan tidak menangkap atau memperjualbelikan satwa tersebut.

“Burung Cenderawasih adalah kebanggaan Papua. Kita harus menjaga dan melestarikannya agar tidak punah,” pesannya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved