Senin, 18 Mei 2026

Info Papua

Transisi Energi di Papua Melambung, PLTU Holtekamp Sukses Tembus 16 Persen Cofiring Biomassa

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen penyediaan energi listrik yang lebih ramah lingkungan di tanah Papua.

Tayang:
Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Transisi Energi di Papua Melambung, PLTU Holtekamp Sukses Tembus 16 Persen Cofiring Biomassa
Tribunnews.com
PLTU HOLTEKAMP- Asisten Manajer Operasi PLTU Holtekamp, Nanang Eka Saputra, dalam Casual Meeting di Jayapura, Rabu (17/12/2025). Foto istimewa 
Ringkasan Berita:
  • PLTU Holtekamp mencatat rekor cofiring biomassa sebesar 16 persen, melampaui rata-rata nasional 5-6 persen. 
  • Capaian ini menjadi tonggak energi ramah lingkungan di Papua dengan menekan emisi karbon lewat limbah organik. 
  • Menjelang Natal, PLN menjamin pasokan listrik Jayapura aman dengan daya mampu 130 MW dibanding beban puncak 100 MW.

TRIBUN-PAPUATENGAGAH.COM, JAYAPURA– PLTU Holtekamp berhasil mencetak prestasi gemilang dengan mencapai angka cofiring biomassa sebesar 16 persen atau tiga kali lipat di atas rata-rata nasional.

Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen penyediaan energi listrik yang lebih ramah lingkungan di tanah Papua.

Asisten Manajer Operasi PLTU Holtekamp, Nanang Eka Saputra, menyebut keberhasilan ini merupakan lonjakan signifikan dibanding standar penggunaan biomassa nasional yang berada di kisaran 5 hingga 6 persen.

Baca juga: Pastikan Mudik Nataru Lancar: Pertamina Guyur Puluhan Ribu Liter BBM untuk Kapal dan Bus di Papua

PLN Indonesia Power menempatkan pembangkit ini sebagai pilar utama kelistrikan Jayapura sekaligus instrumen penting dalam strategi pengurangan emisi karbon.

"Karena infrastruktur energi yang ada saat ini memiliki daya mampu total sebesar 130 megawatt (MW) untuk melayani kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan," kata Nanang saat casual meeting di Jayapura, Jayapura, Papua, Rabu (17/12/2025). 

Baca juga: PT. Pelni Cabang Mimika: Fasilitas Pelabuhan Buruk Akibatkan Lonjakan Penumpang di KM Tatamailau

Manajemen PLN mencatat beban puncak listrik di wilayah Jayapura saat ini terpantau stabil pada kisaran angka 95 hingga 100 MW.

Kendati demikian, perusahaan tetap menjamin keandalan pasokan listrik meskipun konsumsi energi warga diprediksi meningkat menjelang hari raya Natal.

Penerapan teknologi cofiring bekerja dengan menggantikan sebagian porsi batu bara menggunakan material limbah organik seperti serpihan kayu maupun sekam padi.

"Metode ini sangat efektif karena mampu menekan polusi udara secara signifikan tanpa mengganggu stabilitas distribusi listrik," jelas Nanang.

Baca juga: Penumpang KM Tatamailau Membludak, Pelni Mimika: Bertiket Resmi Hanya 788 Orang, Sisanya Gelap

Langkah digitalisasi dan inovasi bahan bakar ini terus dikembangkan guna mendukung target nol emisi karbon di masa depan.

"Jadi masyarakat Jayapura sekarang dapat menikmati layanan listrik yang lebih bersih hasil dari pengelolaan limbah organik yang terintegrasi," pungkas Nanang. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved