Kamis, 21 Mei 2026

Program MBG di Papua Tengah

Dinahkodai Lenis Kogoya, Lembaga Adat Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Papua Tengah

Menurut Lenis, Satgas Pemuda Adat akan bertanggung jawab dalam penyediaan bahan makanan untuk program MBG.

Tayang:
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Lidya Salmah
zoom-inlihat foto Dinahkodai Lenis Kogoya, Lembaga Adat  Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Papua Tengah
Tribun-PapuaTengah.com/Calvin Louis Erari
PROGRAM MBG: Letnan Kolonel (Tit.) Lenis Kogoya saat berkunjung di SD YPK Imanuel Nabire, Jalan Kusuma Bangsa, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa, (11/3/2025). Lenis mengatakan, program MBG akan melibatkan seluruh orang asli Papua. Foto:Tribun-PapuaTengah.com/Calvin Louis Erari 

Laporan Wartawan Tribub-PapuaTengah.com, Calvin Louis Erari 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE - Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua akan berperan aktif dalam mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Provinsi Papua Tengah.

Letnan Kolonel (Tit.) Lenis Kogoya menjelaskan, bahwa dalam pengawasan ini, LMA akan bekerja sama dengan aparat keamanan untuk memastikan program berjalan lancar dan tepat sasaran.

Baca juga: Siap Sikat Para Pengganggu Program MBG di Papua Tengah, Lenis Kogoya: OPM Itu Adik-adik Saya!

Pelaksanaan program MBG akan diserahkan kepada masing-masing sekolah dengan tujuan melibatkan partisipasi penuh masyarakat asli Papua.

"Anak-anak Papua, baik perempuan maupun laki-laki, akan dilatih keterampilan memasak yang baik. Mereka akan bertugas menyiapkan dan menyajikan makanan bergizi untuk teman-teman mereka sendiri," ujar Lenis kepada awak media, termasuk Tribun-Papua.com, saat mengunjungi SD YPK Imanuel Nabire, Jalan Kusuma Bangsa, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Selasa (11/3/2025).

Baca juga: Demi Efektivitas, MBG di Papua Tengah dan Papua Pegunungan Dikelola Mandiri oleh Sekolah

Menurut Lenis, Satgas Pemuda Adat akan bertanggung jawab dalam penyediaan bahan makanan untuk program MBG.

Program ini, lanjut Lenis, juga membuka peluang kerja bagi generasi muda asli Papua, sehingga mengurangi angka pengangguran.

Sementara, Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengawasi kandungan nutrisi dari setiap hidangan yang disajikan. 

"Di setiap titik lokasi, akan ditempatkan tiga petugas dari badan gizi. Secara keseluruhan, 50 petugas akan ditempatkan di setiap dapur untuk memastikan standar gizi terpenuhi," jelas Lenis

Baca juga: Papua Tengah Siap Cetak Generasi Unggul dengan Pendidikan Gratis dan Fasilitas Mumpuni

Lenis menambahkan bahwa program MBG juga melibatkan peran serta mama-mama asli Papua.

"Mereka akan bekerja sama dengan dinas pertanian untuk mengelola lahan perkebunan. Hasil panen dari kebun ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan program MBG,"tegasnya.

Menanggapi isu-isu negatif yang beredar mengenai program MBG, seperti kekhawatiran adanya kandungan racun, Lenis menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar.

Baca juga: Membangun Kesadaran Kebersamaan di Papua Tengah

Kemudian, terkait permintaan sekolah gratis yang sempat disuarakan oleh para pelajar Papua dalam aksi demo beberapa waktu lalu, Lenis menjelaskan bahwa hal tersebut akan tetap diupayakan.

"Terkait hal ini, kami akan berkoordinasi dengan kepala daerah untuk melakukan pendataan siswa. Bagi keluarga yang kurang mampu, biaya pendidikan anak-anak mereka akan digratiskan," pungkasnya. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved