Senin, 18 Mei 2026

Info YPMAK

13 Peserta Beasiswa YPMAK Suku Amungme dan Kamoro Dididik Jadi Calon Imam Katolik

13 anak ini menjalani studi di Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kerjasama ini berlangsung sejak 2

Tayang:
zoom-inlihat foto 13 Peserta Beasiswa YPMAK Suku Amungme dan Kamoro Dididik Jadi Calon Imam Katolik
Istimewa
YPMAK- Peserta beasiswa, pembina serta Tim Monev YPMAK foto bersama di SMA Seminari St Fransiskus Xaverius, Kakaskasen, kota Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa (2/7/2025) 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA- Sebanyak 13 orang putra asli suku Amungme dan suku Kamoro, peserta program beasiswa Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) selaku pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) dipersiapkan menjadi calon imam Katolik.

Persiapan ini diwujudkan dengan dikirimnya 13 anak, secara reguler sejak 2022 sebagai peserta program beasiswa YPMAK.

Baca juga: Cuaca Buruk Sebabkan Pesawat Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Mozes Kilangin Timika

13 anak ini menjalani studi di Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kerjasama ini berlangsung sejak 2022 lalu sampai sekarang. 

Mereka akan menempuh pendidikan selama 4 tahun. Tiga tahun setara tingkat SMA dan satu tahun pembekalan atau persiapan ke tingkat lanjutan atau kelas persiapan atas.

Rektor SMA Seminari Menengah Santo Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Pastor Albertus Imbar mengatakan, SMA Seminari ini untuk mendidik calon imam. 

Namun kalau kedepan ada pilihan lain dari anak-anak ini untuk melanjutkan ke sekolah luar, maka itu tidak masalah.

Baca juga: Gagal Mendarat di Bandara Mozes Kilangin Timika, Pesawat Lion Air Dialihkan ke Frans Kaisepo Biak

"Awalnya yang kami terima 26 orang, tapi tiga orang keluar karena masalah kesehatan atau ketidakmampuan. Sehingga mereka melanjutkan ke sekolah lain," kata Pastor Albertus saat pertemuan dengan Ketua Pengurus dan tim monev YPMAK di SMA Seminari St Fransiskus Xaverius, Kakaskasen, kota Tomohon, Sulawesi Utara, Selasa (2 /7/2025).

Selama mengikuti pendidikan di seminari, calon-calon imam ini dididik dan dikembangkan menjadi kepribadian yang unggul dan memiliki daya juang tinggi. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Pesawat Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Mozes Kilangin Timika

Ini bertujuan agar mereka menjadi imam yang saleh dan kudus. Serta diberikan pelajaran tentang bahasa latin, Inggris, Jepang, dan Indonesia.

"Kami bangga, ada calon-calon imam dari peserta beasiswa YPMAK. Karena dari Mimika ada yang mau menjadi imam Katolik," ucapnya.

Baca juga: 258 Hari Misteri Bom Molotov Jubi: DPD RI Janji Terus Perjuangkan Keadilan!  

Pastor Albertus juga menambahkan, di seminari yang dipimpinnya ini memberlakukan dua kurikulum, yakni kurikulum merdeka yang merupakan ketentuan dari pemerintah untuk tingkat SMA.

Untuk kurikulum khusus seminari untuk memahami tugas-tugas pastoral serta bagaimana melayani umat, termasu kehidupan dalam berkomunitas.

Baca juga: Nasib CPNS 2024 Mimika Menggantung, Bupati Rettob: SK Masih di Pusat!  

"Kami tak memaksakan, apabila setelah lulus dari seminari, kalau mereka terpanggil menjadi imam, itu merupakan panggilan dari Allah. Tapi kalau tidak, maka itu jalan hidupnya. Namun mereka sudah memiliki bekal untuk kehidupan yang lebih baik," papar Pastor Albertus. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved