Longsor di Keerom

Jalan Trans Wamena Lumpuh Pasca Longsor di Keerom, Pencarian Satu Korban Hilang Terus Berlanjut

Bencana alam yang melanda pada Selasa (1/7/2025) pukul 16.00 WIT, kemudin disusul satu kali longsor pukul 19.00 WIT itu, telah menimbun tiga orang. 

|
Editor: Lidya Salmah
Istimewa
PENCARIAN KORBAN LONGSOR- Tampak pencarian dan normalisasi korban longsor yang dipimpin langsung oleh Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo bersama Kepala BBPJP Provinsi Papua Freddy Siagian. Foto: istimewa 

TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, KEEROM-  Upaya tanpa henti terus dilakukan tim gabungan untuk mencari satu korban yang masih hilang akibat longsor di Kampung Wembi, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua

Bencana alam yang melanda pada Selasa (1/7/2025) pukul 16.00 WIT, kemudin disusul satu kali longsor pukul 19.00 WIT itu, telah menimbun tiga orang. 

Baca juga: Penataan Birokrasi Mimika: Bupati Rettob Bakal Gabungkan dan Pisahkan Dinas!  

Tim gabungan dari BBPJP PUPR Provinsi Papua, Polres Keerom, dan masyarakat setempat bekerja keras untuk menormalkan kembali kondisi dan menemukan korban terakhir.

Dua Korban Meninggal Dunia Ditemukan

Korban pertama, YN (30), seorang operator ekskavator, ditemukan pada hari kejadian setelah tertimpa alat berat.

Baca juga: Kerap Jadi Biang Masalah, DPR Papua Tengah Siap Godok Perda Pelarangan Miras

Kemudian, MB (41), yang juga merupakan Ondoafi Kampung Wembi, ditemukan dan dievakuasi pada Rabu (2/7/2025) pukul 13.00 WIT, dan langsung diserahkan kepada keluarga.

Kegiatan pencarian dan normalisasi dipimpin langsung oleh Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo bersama Kepala BBPJP Provinsi Papua Freddy Siagian, serta pejabat terkait dari PUPR, Polsek Arso, dan pemerintah daerah.

Baca juga: BELUM BERUBAH! Sejumlah Distrik di Nabire Masih Diguyur Hujan Hari Ini

Dua alat berat ekskavator digunakan untuk mempercepat proses penggalian dari arah berlawanan.

Hingga saat ini, DW (30), korban ketiga, masih dalam pencarian.

Proses pencarian disepakati berlanjut hingga pukul 17.30 WIT dan akan dilanjutkan keesokan harinya, mengingat medan yang berisiko tinggi dan demi keselamatan tim.

Baca juga: Minim Perhatian, 15 Tahun BLSB Bintang Timur Pindah-pindah Lapangan Sepak Bola Untuk Berlatih

Astoto menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal dan memastikan situasi tetap kondusif.

"Kami mengedepankan pendekatan persuasif serta koordinasi lintas instansi agar seluruh proses berjalan lancar dan aman. Keselamatan tim dan masyarakat tetap menjadi prioritas utama," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa JalanTtrans Wamena masih terputus dan belum dapat dilalui.

Baca juga: Soal TPP, Ada Beberapa ASN Pemkab Mimika Dapat Potongan Rp5 juta Pada Triwulan Pertama

Selain menelan korban, longsor ini juga merusak kabel optik bawah tanah, mengakibatkan gangguan jaringan telekomunikasi di beberapa distrik seperti Waris, Web, dan Senggi.

Perbaikan infrastruktur ini akan segera dilakukan oleh pihak terkait.

Baca juga: Pemkab Dogiyai Sarankan Demonstran Pindahkan Aksi IPMADO Tolak Pemekaran ke Kantor DPRD

Kapolres Keerom pun mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan lebat, serta bekerja sama dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved