Info Nabire
Peanus Uamang: Angkot Harus Beroperasi di Mimika dan Nabire
"Dalam pertemuan, kami sampaikan agar mereka dapat aktifkan angkot di Nabire, dan Mimika, karena itu sangat penting," ujarnya.
Penulis: Calvin Eluis Erari | Editor: Marselinus Labu Lela
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papuatengah/foto/bank/originals/pemakaran-kampung-penaus-wanmang.jpg)
Laporan Wartawan TribunPapuaTengah.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, NABIRE- Angkot (angkutan kota) memiliki peran penting bagi masyarakat terutama di daerah perkotaan.
Angkot juga menyediakan akses transportasi yang terjangkau dan fleksibel, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kendaraan pribadi atau tidak bisa mengemudi.
Baca juga: Populasi Penduduk Kabupaten Mimika Tembus 490.653 Jiwa, Terbanyak di Tanah Papua
Selain itu, dengan adanya angkot, maka banyak rute dan area yang dijangkau oleh masyarakat, karena tarifnya lebih murah dibandingkan dengan kendaraan pribadi atau transportasi lainnya seperti ojek.
Dengan banyak potensi menguntungkan, Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Peanus Uamang mengusulkan, Kabupaten Nabire, dan Mimika perlu ada angkot beroperasi di dalam kota karena itu sangat dibutuhkan masyarakat.
"Contohnya, kalau ada angkot, jelas masyarakat dari kampung-kampung yang jauh bisa datang ke kota untuk melakukan berbagai aktivitas seperti bersekolah, dan lain sebagainya," Jelas Peanus kepada Tribun-Papuatengah.com, Jumat, (11/7/2025).
Kemudian, dengan adanya angkot juga, maka bisa menjadi sumber pendapatan bagi para pengemudi, dan pemilik kendaraan serta mendukung roda ekonomi lokal.
Baca juga: Irma Siep, Perempuan Papua Berdarah Wamena-Kamoro Kini Jadi Inspirator
Contohnya, kalau angkot ada, mala masyarakat bisa datang dari kampung ke kota, untuk berjualan hasil kebun mereka, dan dengan begitu, roda ekonomi di daerah pun dapat berputar dengan baik," jelasnya.
Menurut Peanus, soal angkot, Komisi VI DPR Papua Tengah juga sudah menyampaikan ke Dinas Perhubungan Papua Tengah.
Baca juga: Hindari Konflik, Agustinus Anggaibak Sarankan Pemekaran 99 Kampung di Mimika Harus Dikaji Matang
"Dalam pertemuan, kami sampaikan agar mereka dapat aktifkan angkot di Nabire, dan Mimika, karena itu sangat penting," ujarnya.
Sementara, alasan Politisi Partai PAN ini memperjuangkan adanya angkot, karena harga transportasi bisa dikendalikan oleh pemerintah, dan bisa menghasilkan pendapatan daerah.
Baca juga: Ada Apa? Penduduk Tembagapura Mimika Berkurang 55 Persen dalam 4 Tahun
"Jadi begitu, angkot harus ada, karena kalau ojek saja, harga transportasi juga asal-asalan, dan tidak ada penetapan harga yang pasti, dan secara otomatis, mempersalahkan masyarakat," pungkasnya.
Peanus berharap, kiranya pengoperasian angkot, dapat dilaksanakan di dua daerah tersebut, agar dengan begitu, dapat mempermudah aktivitas masyarakat di dalam kota. (*)
| Latih Mental dan Karakter, Pemuda Katolik Nabire Cetak Generasi Muda Papua Mahir Public Speaking |
|
|---|
| Jhon Kogoya Awali Jabatan Sebagai Kampung Sanaba Dengan Tradisi Bakar Batu |
|
|---|
| BGN Kabupaten Nabire Segera Luncurkan Aplikasi Siap MBG |
|
|---|
| Bulog Nabire Pastikan Stok Beras Aman Untuk Penyaluran ke 5 Kabupaten di Papua Tengah |
|
|---|
| Konvoi hingga Kibarkan Bintang Kejora, Euforia Kelulusan SMA di Nabire Berujung di Kantor Polisi |
|
|---|